Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Bangun Desa dengan Data
    Sebenarnya, berbagai indikator dasar dan penentu definisi kemiskinan dengan mudah dapat diketahui tanpa survei sosial dan tabel-tabel statistik. Seorang disebut miskin jika ia tidak mampu makan dua kali sehari (2100 kalori/hari), tidak memiliki akses terhadap sandang dan papan, serta tidak mampu mengupayakan layanan kesehatan bagi keluarga mereka.
  • 5 Jurnalisme Kebencanaan II
    Lanjutan dari lokakarya "Jurnalisme Kebencanaan". Pada hari kedua ini lokakarya akan memusatkan perhatian pada bagaimana sebuah peliputan bencana memakai perspektif kemanusiaan. Materi akan dilanjutkan dengan diskusi kelompok.
  • 5 Jogja Go Open Source
    Berbagi pengalaman Pemkot Jogjakarta dan Komunitas Open Source memanfaatkan open source di dunia pemerintahan. Pemkot Jogjakarta telah memanfaatkan open source di Puskesmas untuk pelayanan publik.
  • 5 Ngeblog dari A-Z
    Weblog (biasa disingkat blog) tumbuh bak jamur di musim hujan. Banyak blogger yang mengelola dengan asal-asalan. Namun tak sedikit blog yang dikelola dengan serius sehingga tak hanya menhasilkan muatan yang bermanfaat namun juga bisa menjadi pendulang uang bagi pemiliknya. Bagaimana mengelola blog dengan baik? Bagaimana agar blog tak hanya bermanfaat bagi pengunjung, namun juga memberi kontribusi penting dalam membangun reputasi dan financial bagi pemiliknya? Lokakarya ini akan mengupas tuntas dunia blogging.
  • 5 Membaca Tanda Alam lewat Burung
    Clive Walker, seorang petualang Inggris yang menghabiskan sebagian hidupnya di Bostwana, Afrika, dan berdekatan dengan hewan-hewan liar, percaya kalau mereka punya rasa yang amat tajam. Ia mengatakan, "Wildlife seem to be able to pick up certain phenomenon, especially birds ... there are many reports of birds detecting impending disasters (Satwa liar tampaknya mampu mengambil fenomena tertentu, terutama burung... ada banyak laporan yang mengatakan kalau burung mampu mendeteksi bencana yang akan datang)."

Faried Cahyono

Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM

Faried Cahyono
Moch. Faried Cahyono lahir di Blora, Jawa Tengah, Indonesia pada 4 January, 1965. Ia adalah peneliti pada Pusat Studi Keamaan dan Perdamaian (PSKP) UGM. Faried menyelesaikan kuliah S-1nya di Fakultas Ekonomi UGM, jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (1991) dan S-2 di Sekolah Pasca Sarjana, pada Program Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (2007).

Diantara riset yang dilakukannya adalah :
1. “The Misery of Indonesian Labor Force (TKI) in Malaysia (The effect of Indonesia economics development strategy towart the opportunity of employment), Kuala Lumpur-Penang-Medan-Bangkok”, pada bulan April-Juni 2003, dengan dukungan dana dari South East Asia Press Alliance (Seapa) Bangkok.
2. Reasearch on Etnics and Religious Conflics, the survey at six cities (Poso, Palu, Surakarta, Yogyakarta, Manado, Ambon), didanai oleh Ford Foundation/UGM pada bulan April 2004-Januari 2005.
3. Reaserch on Active Non Violance Resistance ANVR) at three area (Sulteng, Maluku and Kalbar) , Maret-Juni 2005.
4. Saat ini sedang melakukan riset pribadi untuk mencari jawab soal bagaimana membangkitkan kembali ekonomi dan ekonomi rakyat khususnya di masa pasca konflik Indonesia.

Selain sebagai peneliti, Moch. Faried Cahyono, juga seorang jurnalis aktif sampai sekarang. Faried mengawali karir sebagai jurnalis Radio pada 1985. Dia juga aktif di penerbitan kampus. Tahun 1991, dia bergabung dengan Mingguan TEMPO, sampai koran ini dibredel pada 21 Juni 1994. Setelah itu dia bergabung dengan Majalah Forum sampai tahun 2002. Sesudah itu, Faried lebih memilih menjadi jurnalis freelance. Sejumlah laporan menyebar di beberapa media cetak dan elektronik, seperti Time Magazines Asia, Reuters, The Jakarta Post dan SBS TV. Mulai tahun 2006 dia mulai lebih aktif menulis kolom di beberapa media cetak dan dot.com.

Saat ini Faried sedang tertarik dengan tema-tema penyelesaian resolusi konflik bebagai lapis yang terjadi di tingkat negara, masyarakat, organisasi dan inter personal Juga konflik yang terjadi antar inter. Pendekatan untuk upaya penyelesaian konflik yang dilakukannya adalah pendekatan multidisiplin tetapi penekanan lebih dilakukan dari sisi disiplin ekonomi, sesuatu yang masih dianggap kurang. Bagaimanapun konflik di tingkat negara, masyarakat, juga lembaga-lembaga, tidak lepas dari persoalan tidak terselesaikannya pembagian ekonomi adil. Soal itulah yang harus dipecahkan, dan dijadikan prasyarat dalam penyelesaian konflik.

Tulisan-tulisan dalam bentuk laporan investigasi atau indept maupun kolom-kolom yang ditulis secara pribadi maupun bekerjasama dengan peneliti lain, adalah bagian dari ikhtiar untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut.

Kegiatan yang akan diampu:

Suara Komunitas: Gerakan Pewartaan untuk Perubahan Sosial

Bersama dengan:

Akhmad Rovahan (Jaringan Radio Komunitas Indonesia),
23 Feb 2012 13:00 - 16:00 WIB

Agenda per hari
Februari 2012

Profil Partisipan

dika apriawan

dika apriawan
Masuk Situs

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara