Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Mengawal Revisi Undang-Undang Penyiaran
    Sampai kini, masih berlangsung proses perubahan Undang-Undang No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Ada banyak poin yang merugikan penyiaran komunitas. Banyak perubahan yang justur menguntungkan penyiaran swasta atau pengusaha. Poin-poin mana saja yang merugikan penyiaran komunitas? Dan bagaimana langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh media komunitas? Dialog ini akan merancangnya.
  • 5 Cipta Media Bersama
    Pada 7 November lalu, 20 ide besar dari dua puluh kelompok diumumkan sebagai penerima hibah Cipta Media Bersama. Program hibah terbuka ini menyokong dana sebesar 1 juta dollar AS bagi mereka untuk melaksanakan proyek yang merangsang gerakan publik dalam empat bidang: meretas batas-kebhiknekaan bermedia, keadilan dan kesetaraan akses terhadap media, kebebasan dan etika bermedia, dan pemantauan media.
  • 5 "Ande-Ande Lumut"
    Syahdan, di tengah hutan, Pangeran Kusumayuda dari Banyuarum bertemu dengan Klenting Kuning. Tanpa berkenalan mereka saling mengingat. Pangeran Kusumayuda membatin, gadis itu merupakan calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang paling pas. Sayang, mereka tak pernah bersua lagi.
  • 5 Budaya Bebas
    Buku "Budaya Bebas" yang ditulis oleh Lawrence Lessig ini untuk pertama kalinya diluncurkan ke publik Indonesia. Lawrence menguraikan bahwa di luar kenyataan tentang teknologi baru yang selalu mendorong lahirnya produk hukum baru, kini para pelaku monopoli media justru memanfaatkan ketakutan terhadap teknologi baru ini, terutama internet, untuk membatasi gerak gagasan di ranah publik.
  • 5 Pengantar Jurnalisme Investigasi
    Jurnalisme investigasi itu sulit karena ia harus mengungkap sesuatu yang tersembunyi atau disembunyikan. Oleh karena itu, jurnalisme butuh kerja ekstra yaitu kompilasi antara pemakaian dokumen, informan, dan rekaman. Tidak hanya mengumpulkan, tapi menguak informasi dan data dari segala sumber apakah dapat dipercaya atau sekadar bohong.
Kliping,
  Sabtu, 18 Februari 2012 | 16:49 WIB


JMR 2012 Digelar di Yogya

YOGYA (KRjogja.com) - Jagongan Media Rakyat 2012 yang mempertemukan kalangan ahli dan pegiat media untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperluas jaringan, dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta, 23-25 Februari.

Koordinator acara Jagongan Media Rakyat (JMR) 2012 Akhmad Nasir di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan kegiatan yang diselenggarakan oleh COMBINE Resource Institution (CRI) ini, rencananya akan dihadiri sekitar 2.000 orang.

Menurut dia, CRI yang merupakan lembaga nirlaba yang memfokuskan kegiatannya di bidang sistem informasi berbasis komunitas itu, menggelar JMR setiap dua tahun.

Para peserta akan menghadiri satu seminar nasional, 34 lokakarya, 10 acara dialog, lima diskusi film, dan enam sesi pentas seni, selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (23 - 25 Februari) mendatang di kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) "APMD" Yogyakarta.

"Dua tahun lalu JMR 2010 berhasil mempertemukan banyak pihak dengan keragaman kompetensi serta wilayah untuk saling berbagi pengetahuan, sekaligus memperluas jaringan," kata Akhmad Nasir.

Kini, kata dia, JMR 2012 menawarkan berbagai cerita inspiratif dan pengetahuan dari banyak ahli serta pegiat media yang berguna untuk memperkuat gerakan media rakyat.

Ia mengatakan JMR 2012 akan diawali dengan seminar nasional bertajuk "Basis Data Desa sebagai Rujukan Rencana Pembangunan di Perdesaan".

Seminar tersebut merupakan hasil dan penyebaran ide sistem informasi desa (SID) berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang telah dikembangkan CRI selama tiga tahun terakhir di beberapa desa yang jauh dari jangkauan pusat kekuasaan dan usaha (kota).

Usai seminar, peserta dan pengunjung bebas untuk memilih acara lain di JMR 2012 yang diselenggarakan serentak di sejumlah ruangan di kampus STPMD "APMD".

"Bagi mereka yang tertarik jurnalisme, bisa mengikuti kelasnya Farid Gaban, wartawan senior yang akan memberikan pengantar tentang `jurnalisme invesigasi`. Sedangkan bagi yang ingin tahu bagaimana raksasa media menghegemoni opini publik, silakan masuk ke kelasnya Yanuar Nugroho, pengajar University of Manchester, Inggris dan peneliti di Center for Innovation, Policy & Governance (CIPG) tentang peta penguasaan industri media di Indonesia," katanya. (Ant/Tom)

http://krjogja.com/read/119136/jmr-2012-digelar-di-yogya.kr


  • dibaca 1021x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara