Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Bangun Desa dengan Data
    Sebenarnya, berbagai indikator dasar dan penentu definisi kemiskinan dengan mudah dapat diketahui tanpa survei sosial dan tabel-tabel statistik. Seorang disebut miskin jika ia tidak mampu makan dua kali sehari (2100 kalori/hari), tidak memiliki akses terhadap sandang dan papan, serta tidak mampu mengupayakan layanan kesehatan bagi keluarga mereka.
  • 5 Akber Jogja: Click Activism, Kepedulian Alakadarnya?
    Click activism, alias gerakan yang dilakukan di ranah maya, dipercaya bisa mencetuskan berbagai aksi sosial di lapangan. Tetapi banyak juga yang skeptis memandang gerakan tersebut tersebut sebagai kepedulian alakadarnya tanpa punya peran dan makna penting. Selain lokakarya, forum ini juga menjadi ajang peluncuran e-book "10 Taktik Ubah Informasi Menjadi Aksi".
  • 5 Media Komunitas 160 Karakter
    Ada sebuah fasilitas di telpon genggam yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Teknologi pesan layanan pendek (SMS), umumnya hanya digunakan untuk komunikasi individual. Padahal dengan sedikit inovasi, informasi dalam 160 karakter itu bisa dikelola dan dimanfaatkan sebagai platform multifungsi. Dipadukan dengan piranti lunak khusus, teknologi SMS bisa digunakan sebagai media informasi yang sederhana, mudah, cepat dan murah. Karakter teknologi tersebut sangat cocok untuk dikembangkan dan diterapkan oleh media komunitas.
  • 5 Kriminalisasi Pers Gaya Baru
    Nurhayati Kahar, biasa dipanggil Uni Yet merupakan seorang pewarta warga yang gigih. Dia telah lama mengembangkan pewartaan warga di Sumatra Barat dalam jaringan Suara Komunitas. Ia acapkali menulis dan mendokumentasikan peristiwa-peristiwa ketidakadilan di daeahnya, khususnya Padang Pariaman.
  • 5 Menangkal Dampak Negatif Internet terhadap Anak dan Murid
    Internet adalah gudangnya informasi dan pengetahuan. Namun tanpa arahan yang jelas, anak atau murid kita bisa terjerumus ke hal yang dapat merugikan dirinya lantaran Internet. Untuk itu perlu ada strategi untuk mengenalkan Internet sejak dini di tengah keluarga.
Kliping,
  Sabtu, 18 Februari 2012 | 16:49 WIB


JMR 2012 Digelar di Yogya

YOGYA (KRjogja.com) - Jagongan Media Rakyat 2012 yang mempertemukan kalangan ahli dan pegiat media untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperluas jaringan, dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta, 23-25 Februari.

Koordinator acara Jagongan Media Rakyat (JMR) 2012 Akhmad Nasir di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan kegiatan yang diselenggarakan oleh COMBINE Resource Institution (CRI) ini, rencananya akan dihadiri sekitar 2.000 orang.

Menurut dia, CRI yang merupakan lembaga nirlaba yang memfokuskan kegiatannya di bidang sistem informasi berbasis komunitas itu, menggelar JMR setiap dua tahun.

Para peserta akan menghadiri satu seminar nasional, 34 lokakarya, 10 acara dialog, lima diskusi film, dan enam sesi pentas seni, selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (23 - 25 Februari) mendatang di kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) "APMD" Yogyakarta.

"Dua tahun lalu JMR 2010 berhasil mempertemukan banyak pihak dengan keragaman kompetensi serta wilayah untuk saling berbagi pengetahuan, sekaligus memperluas jaringan," kata Akhmad Nasir.

Kini, kata dia, JMR 2012 menawarkan berbagai cerita inspiratif dan pengetahuan dari banyak ahli serta pegiat media yang berguna untuk memperkuat gerakan media rakyat.

Ia mengatakan JMR 2012 akan diawali dengan seminar nasional bertajuk "Basis Data Desa sebagai Rujukan Rencana Pembangunan di Perdesaan".

Seminar tersebut merupakan hasil dan penyebaran ide sistem informasi desa (SID) berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang telah dikembangkan CRI selama tiga tahun terakhir di beberapa desa yang jauh dari jangkauan pusat kekuasaan dan usaha (kota).

Usai seminar, peserta dan pengunjung bebas untuk memilih acara lain di JMR 2012 yang diselenggarakan serentak di sejumlah ruangan di kampus STPMD "APMD".

"Bagi mereka yang tertarik jurnalisme, bisa mengikuti kelasnya Farid Gaban, wartawan senior yang akan memberikan pengantar tentang `jurnalisme invesigasi`. Sedangkan bagi yang ingin tahu bagaimana raksasa media menghegemoni opini publik, silakan masuk ke kelasnya Yanuar Nugroho, pengajar University of Manchester, Inggris dan peneliti di Center for Innovation, Policy & Governance (CIPG) tentang peta penguasaan industri media di Indonesia," katanya. (Ant/Tom)

http://krjogja.com/read/119136/jmr-2012-digelar-di-yogya.kr


  • dibaca 848x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara