Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 "Ande-Ande Lumut"
    Syahdan, di tengah hutan, Pangeran Kusumayuda dari Banyuarum bertemu dengan Klenting Kuning. Tanpa berkenalan mereka saling mengingat. Pangeran Kusumayuda membatin, gadis itu merupakan calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang paling pas. Sayang, mereka tak pernah bersua lagi.
  • 5 Mengawal Revisi Undang-Undang Penyiaran
    Sampai kini, masih berlangsung proses perubahan Undang-Undang No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Ada banyak poin yang merugikan penyiaran komunitas. Banyak perubahan yang justur menguntungkan penyiaran swasta atau pengusaha. Poin-poin mana saja yang merugikan penyiaran komunitas? Dan bagaimana langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh media komunitas? Dialog ini akan merancangnya.
  • 5 Kriminalisasi Pers Gaya Baru
    Nurhayati Kahar, biasa dipanggil Uni Yet merupakan seorang pewarta warga yang gigih. Dia telah lama mengembangkan pewartaan warga di Sumatra Barat dalam jaringan Suara Komunitas. Ia acapkali menulis dan mendokumentasikan peristiwa-peristiwa ketidakadilan di daeahnya, khususnya Padang Pariaman.
  • 5 Ngintip Proses Pengarsipan Indonesian Visual Art Archive (IVAA)
    Sejak 1995, IVAA (mulanya bernama Yayasan Seni Cemeti-YSC) fokus pada usaha pemberdayaan infrastruktur seni rupa. Mereka bekerja untuk menjadi pusat data, riset, dan dokumentasi seni rupa Indonesia, dan juga sebagai lembaga manajemen dan pengembangan infrastruktur seni rupa.
  • 5 Jurnalisme Kebencanaan
    Pewarta maupun awak media meanstream di Indonesia adalah pekerja yang tidak dibentuk atau disiapkan sebagai pewarta di wilayah bencana sehingga yang terjadi adalah atas proses yang tidak direncanakan dan kebanyakan adalah Shock reporting, tidak adanya panduan pewartaan yang telah di konvergensi dengan isu-isu kebencanaan.
Berita,
  Selasa, 14 Februari 2012 | 18:14 WIB


Pewarta Warga: Perubahan Nyata dari Berita

Alhamdulilah, setelah berita sekolah saya tampil di suarakomunitas.net, berbagai program bantuan pun mengalir deras. Dan setiap saya mampir kantor pemerintah kabupaten atau provinsi, sering sekali ditanya. Sekolah bapak yang sering tampil di internet ya? Jelas, suarakomunitas.net bisa membawa perubahan bagi sekolah yang jauh dari pusat kota,”ungkap Hamdan, Kepala Mts. Maraqitta'limat Lenggorong Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Testimoni seorang kepala sekolah di Lombok Utara ini menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi, jika digunakan secara strategis bisa mengakselerasi sebuah laju perubahan yang sangat positif. Radio Komunitas Primadona FM di Bayan, Lombok Utara, telah menjadi pewarta warga suarakomunitas.net yang begitu aktif dan mampu membawa persoalan warga ke tingkat pengambil keputusan. Pewarta warga dari Radio Komunitas Sadewo FM di Desa Wonolelo, Bantul, Yogyakarta menulis berita berjudul “Jalan Dusun yang Makin Memprihatinkan” yang memaparkan buruknya kondisi jalan di Dusun Ploso dan Purworejo yang mempersulit mobilitas warga.

Pasalnya jalan dusun ini merupakan jalan utama bagi warga untuk dapat pergi ke kota. Jalan dusun ini panjangnya antara 2-2,5 km dengan kondisi mirip sungai tak berair. Tiga minggu kemudian setelah isu ini diberitakan di Suarakomunitas.net, Pemerintah Desa Wonolelo, Pleret, Bantul menyampaikan persoalan ini kepada Pemerintah Bantul. Akhirnya kini jalan tersebut telah selesai diperbaiki. Carik Desa Wonolelo mengungkapkan bahwa sumber dana untuk perbaikan jalan tersebut berasal dari Dinas PU Propinsi DIY. Bahkan tidak hanya Dusun Ploso, ada jalan di 8 dusun yang akan diperbaiki. Perbaikan jalan ini juga melibatkan warga, misalnya warga menyediakan kue dan minum bagi para pekerja. Partisipasi ini bisa memperkuat rasa kepemilikan warga, sehingga bisa ikut memelihara jalan tersebut

Eskalasi isu lokal menjadi isu nasional juga pernah terjadi di Cirebon. Awalnya sebuah tulisan berjudul “Kisah Tragis buruh migran Cirebon” dilansir di suarakomunitas.net. Kemudian oleh pewarta warganya, tulisan ini disebarkan lewat situs jejaring sosial facebook, dan dikirim pula ke wartawan media massa melalui email. Benar saja, setelah disebarkan ke berbagai pemangku kepentingan maka isu kematian Sunengsih binti Kajan menjadi pemberitaan utama media lokal dan nasional yang kemudian juga mampu mengajak pihak pemerintah dan legislatif untuk duduk bersama memecahkan persoalan buruh migran ini.

Masih banyak kasus dimana pewarta warga di berbagai daerah mampu membuat perubahan nyata melalui beritanya. Jika kembali pada masa Reformasi di Indonesia yang telah membawa iklim kebebasan berekspresi, maka memang ratusan media telah lahir pascareformasi. Jika dilihat dari sisi positif, maka masyarakat semakin mudah untuk mengakses informasi. Tetapi dari sisi negatifnya, kondisi ini juga melahirkan konglomerasi media yang sarat kepentingan modal ketimbang menjadikan media sebagai alat pendidikan warga. Dalam konteks inilah, pewarta warga di seantero Indonesia melalui beragam media (bulletin, radio komunitas, portal) telah memberikan warna lain pada peta media Indonesia. Lebih dari itu, pewarta warga yang bergerak atas dasar kepentingan komunitasnya, telah menjadi ujung tombak pengelolaan informasi di daerahnya. Jagongan Media Rakyat menjadi sebuah ajang dimana warga bisa belajar pula dari para pewarta warga. Beberapa pewarta warga dari portal berita suarakomunitas.net akan hadir di Jagongan Media Rakyat, dan siap berbagi dengan kita semua. ***
 


  • dibaca 1486x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara