Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Menangkal Dampak Negatif Internet terhadap Anak dan Murid
    Internet adalah gudangnya informasi dan pengetahuan. Namun tanpa arahan yang jelas, anak atau murid kita bisa terjerumus ke hal yang dapat merugikan dirinya lantaran Internet. Untuk itu perlu ada strategi untuk mengenalkan Internet sejak dini di tengah keluarga.
  • 5 "Linimas(s)a"
    Film "Linimas(s)a" menggambarkan kekuatan gerakan sosial offline maupun online yang saling beresonansi, bersinergi dan menguatkan secara signifikan. Diceritakan pula bagaimana pemanfaatan Internet dan media sosial oleh orang biasa untuk melakukan hal yang luar biasa!
  • 5 E-Becak & Blontea: Meraup Rejeki Nyata Lewat Dunia Maya
    Harry adalah tukang becak. Tapi Harry juga pengguna sosial media aktif macam Facebook dan Twitter. Oleh karena kegemarannya dengan online, ia berhasil menjaring pelanggan tetap terutama Belanda, bila mereka sedang berkunjung ke Jogja.
  • 5 "Komunikasi Bencana"
    Indonesia merupakan negara yang menghadapi ancaman bencana cukup besar. Dalam penanggulangan bencana, komunikasi menjadi salah satu faktor penting yang akan mempengaruhi kemampuan mengantisipasi dan merespon ancaman bencana. Bagaimana ilmu komunikasi memberi sumbangan terhadap penanggulangan bencana, merupakan salah satu pertanyaan yang akan dijawab dalam bedah buku "Komunikasi Bencana" ini.
  • 5 Online Media Research: Konten Laris Manis, Bagaimana?
    Membuat konten di media online ataupun media sosial tidaklah sulit. Tetapi tidak semua konten akan dapat menarik minat pembaca/pengakses. Perlu ada pemahaman tentang apa yang dibutuhkan dan/atau diminati pembaca dan bagaimana memenuhinya.
Berita,
  Sabtu, 25 Februari 2012 | 17:55 WIB
oleh: Prima SW


Ramai-ramai Mencukil Kayu

Pembicara itu duduk tenang. Suaranya tak koar-koar, bicaranya halus. Beberap saat kemudian ia bicara sambil mengacung-acungkan sejenis pisau. Namun dia tak sedang mengancam. Orang itu adalah Windu, pembicara di demo “Cukil Kayu” dari komunitas Taring Padi, di hall STPMD "APMD" (25/2).

Cukil kayu adalah seni menggambar di permukaan kayu. Alat cukil kayu dijadikan sebagai "kuas". Bentuknya seperti pena, ujungnya logam berbentuk "U” atau “V” dengan lebar berbeda-beda. Windu memamerkan karya Cukil Kayu Taring Padi. Memang bagus-bagus. Makanya, setelah ia selesai bicara dan menyilakan peserta untuk praktik langsung, semua antusias.

Masing-masing memegang papan berukuran kira-kira 50 x 25 cm. Papan tersebut permukaannya hitam. Di atas papan, sketsa dibuat dengan pensil. Setelah selesai, dengan alat cukil, garis-garis gambar tersebut dicukil sampai membentuk gambar. Kalaupun ada sketsa yang salah, gambar masih bisa dikoreksi dengan penghapus.

Dua puluh menit setelah itu, sudah ada peserta yang rampung mencukil. Papan sudah siap dicetak Yunan, orang dari Taring Padi juga. Cat cetak offset dicurah ke atas papan kaca. Di atasnya, roller digerakkan di atas tinta sampai menempel. Roller lalu dipoles di atas papan cukil. Setelah cukup, papan baru ditempelkan di atas kertas poster atau pun kain, dibalik, dialasi koran di atasnya, lalu diinjak-injak. Kaki terus menekan sampai cat rasa-rasanya sudah menempel sempurna di kain atau kertas.

Salah satu peserta, Sareh, berasal dari Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebelumnya ia pernah melihat demo cukil kayu saat Taring Padi melakukan aksi di Porong, memeringati lima tahun Porong. Baru kali ini ia berkesempatan mencoba langsung. “Buat pengalaman. Sebelumnya aku juga nggak pernah mengambar,” ia berkata begitu sambil tertawa.


  • dibaca 4412x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara