Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 E-Becak & Blontea: Meraup Rejeki Nyata Lewat Dunia Maya
    Harry adalah tukang becak. Tapi Harry juga pengguna sosial media aktif macam Facebook dan Twitter. Oleh karena kegemarannya dengan online, ia berhasil menjaring pelanggan tetap terutama Belanda, bila mereka sedang berkunjung ke Jogja.
  • 5 Mengembangkan Software untuk Sistem Informasi Desa (SID)
    Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) adalah Free and Open Source Software. Bagaimana saya bisa mempelajari arsitektur sistem dan source code aplikasi SID? Bagaimana tahap-tahap pengembangan aplikasi SID selama ini dilakukan? Apakah saya bisa ikut serta mengembangkan software SID? Dan sejauh mana aplikasi SID akan dikembangkan bersama komunitas teknologi informasi?
  • 5 Budaya Bebas
    Buku "Budaya Bebas" yang ditulis oleh Lawrence Lessig ini untuk pertama kalinya diluncurkan ke publik Indonesia. Lawrence menguraikan bahwa di luar kenyataan tentang teknologi baru yang selalu mendorong lahirnya produk hukum baru, kini para pelaku monopoli media justru memanfaatkan ketakutan terhadap teknologi baru ini, terutama internet, untuk membatasi gerak gagasan di ranah publik.
  • 5 Mengawal Revisi Undang-Undang Penyiaran
    Sampai kini, masih berlangsung proses perubahan Undang-Undang No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Ada banyak poin yang merugikan penyiaran komunitas. Banyak perubahan yang justur menguntungkan penyiaran swasta atau pengusaha. Poin-poin mana saja yang merugikan penyiaran komunitas? Dan bagaimana langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh media komunitas? Dialog ini akan merancangnya.
  • 5 Mengkritisi Kebijakan Telematika di Indonesia
    Pemerintah dan DPR saat ini sedang membahas RUU Konvergensi Telematika. Regulasi ini rencananya akan mengatur bidang penyiaran, telekomunikasi, dan informatika dalam satu undang-undang. Alasan dibalik pemberlakukan UU Konvergensi ini adalah untuk mengintegrasikan regulasi di bidang telematika yang saat ini diatur secara terpisah. Namun jika proses pembahasannya tidak diawasi dengan baik, regulasi ini berpotensi menjadi alat kontrol pemerintah terutama terhadap media penyiaran dan online.
Liputan,
  Sabtu, 25 Februari 2012 | 17:07 WIB


Waspadai Dampak Negatif Internet!

“Jangan sembarangan mengunggah foto di facebook, bisa jadi disalahgunakan orang tidak dikenal,” tegas Arif mengawali lokakarya “Menangkal Dampak Negatif Internet Terhadap Anak dan Murid,” Sabtu, 25 Februari. Hal ini dirasa sangat perlu karena dampak negatif internet paling krusial adalah soal privacy lalu security baru setelah itu pornografi.

Semisal, kita terapkan pada kasus pornografi artis terkenal Ariel-Luna. Dalam kasus ini pertama yang disalahgunakan adalah soal privasi. Bagaimana kemudian penguna harus berhati-hati jika sudah menyangkut privasi dan memberi security yang terpercaya. Lalu pornografi. “Sebenarnya pornografi adalah dampak kecil dari internet. Pada dasarnya Privacy dan Security itulah dampak paling krusial,” ungkap Arip.

Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna internet paling banyak di dunia. Perkembangannya cukup signifikan. Pada tahun 1998, penguna internet di Indonesia mencapai 50.000 pengguna. Dan sekarang, di tahun 2012 jumlahnya melesat naik menjadi 50.000 000 dari segala usia. Menurut Acep Syarifudin tidak masalah Indonesia bertengger pada posisi paling banyak pengunanya. Bisa jadi hal tersebut menjadi prestasi dengan catatan mampu memanfaatkan internet dengan baik.

Ada yang perlu diketahui berbagai macam pengguna internet agar tergolong menjadi pengguna yang baik. Pertama pengguna internet karena sensasi. Contohnya adalah kasus Briptu Norman dan kasus Shinta-Jojo. Mendadak mereka terkenal dengan situs You Tobe-nya. Kedua berdasarkan esensi. Contohnya, blog digunakan sebagai media pembelajaran, seperti yang diterapkan di SMAN 1 Surabaya. Ketiga soal urgensi. Contoh komunitas Jalin Merapi dan Blood For Life. Ini yang namanya internet sehat, pemamfaatan internet untuk hal urgen.


  • dibaca 3862x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara