Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Jurnalisme Kebencanaan II
    Lanjutan dari lokakarya "Jurnalisme Kebencanaan". Pada hari kedua ini lokakarya akan memusatkan perhatian pada bagaimana sebuah peliputan bencana memakai perspektif kemanusiaan. Materi akan dilanjutkan dengan diskusi kelompok.
  • 5 Budaya Bebas
    Buku "Budaya Bebas" yang ditulis oleh Lawrence Lessig ini untuk pertama kalinya diluncurkan ke publik Indonesia. Lawrence menguraikan bahwa di luar kenyataan tentang teknologi baru yang selalu mendorong lahirnya produk hukum baru, kini para pelaku monopoli media justru memanfaatkan ketakutan terhadap teknologi baru ini, terutama internet, untuk membatasi gerak gagasan di ranah publik.
  • 5 Menangkal Dampak Negatif Internet terhadap Anak dan Murid
    Internet adalah gudangnya informasi dan pengetahuan. Namun tanpa arahan yang jelas, anak atau murid kita bisa terjerumus ke hal yang dapat merugikan dirinya lantaran Internet. Untuk itu perlu ada strategi untuk mengenalkan Internet sejak dini di tengah keluarga.
  • 5 Inovasi Akar Rumput
    "Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat". Pasal yang termaktub dalam dokumen negara ini menjadi kontradiktif jika melihat kenyataan bahwa kini sektor-sektor strategis seperti air, pangan, energi, dan teknologi informasi-komunikasi telah menjadi komoditas yang hanya dikuasai segelintir orang.
  • 5 Ngeblog dari A-Z
    Weblog (biasa disingkat blog) tumbuh bak jamur di musim hujan. Banyak blogger yang mengelola dengan asal-asalan. Namun tak sedikit blog yang dikelola dengan serius sehingga tak hanya menhasilkan muatan yang bermanfaat namun juga bisa menjadi pendulang uang bagi pemiliknya. Bagaimana mengelola blog dengan baik? Bagaimana agar blog tak hanya bermanfaat bagi pengunjung, namun juga memberi kontribusi penting dalam membangun reputasi dan financial bagi pemiliknya? Lokakarya ini akan mengupas tuntas dunia blogging.
Berita,
  Sabtu, 25 Februari 2012 | 16:25 WIB


Masuk Surga Bareng MK 160 Karakter

Jovan, mahasiswa asal UNY, terlihat bersemangat ketika bertanya pada dua narasumber Lokakarya "Media Komunikasi 160 Karakter" Sabtu, (25/2) di STPMD "APMD". Begitu juga dengan Galih, pegiat radio ini juga tak kalah bersemangatnya bertanya pada Amron dan Hafidz, dua narasumber dari komunitas angkringan.

Keduanya bertanya soal teknis komunitas berbasis SMS ini dalam mengelola informasi bagi masyarakat desa Tumbulharjo, Sewon, Bantul. "Bagaimana sih bentuk pengelolaannya? Apa mereka semua dikasih kode?," tanya Galih. " Ini kan media komunitas. Kok masih bisa bertahan? apa ada sponsornya dari provider tertentu?," tanya Jovan dengan menggebu. Pertanyaan kedua peserta ini disampaikan kembali oleh Reynaldi, moderator dengan gaya yang kocak. "Iya nih, pemerintah aja males buat mendata penduduk. Lha mereka ini udah gratis, coba mendata pula. Iseng banget sih," canda moderator berkepala gundul ini, yang disambur gelak tawa sepuluh peserta lokakarya.

Hafidz, yang sehari-harinya dipanggil Inyong mengungkapkan bahwa secara struktur, media komunitas ini dikelola secara web yang memiliki semua nomor HP seluruh penduduk di Desa Tumbulhardjo. "Pengelolanya ada dua, mereka ada dalam level admin dan administrator. Admin bertugas mengadministrasi konten. Sedangkan administrator bertugas membuat dan memasukan kategori-kategori data penduduk. Misal seperti golongan darah, umur, dan hal lainya," jawab Tepos.

"Sampai saat ini kami belum bekerjasma dengan sponsor. Kami juga tidak menutup peluang itu," kata Amron menjawab pertanyaan Jovan. Dalam lokakarya ini peserta banyak yang belum mengenal media komunitas bernama 160 MK karakter ini. Ketika moderator bertanya pada peserta ketahuannya terhadap komunitas ini, banyak peserta yang menjawab tidak tahu.
MK 160 Karakter merupakan sebuah media komunitas berbasis SMS yang dibuat oleh komunitas Angkringan. Media ini mulai digagas tahun lalu dan pada awal tahun ini mulai beroperasi. "Kita riset dan sosialisasi dulu sebelum membuat media ini. Makanya pada awal tahun ini baru terealisasikan. Dengan media ini, kami tidak hanya memberikan informasi, namun juga menerima dan menggali informasi dari warga," ungkap Tepos.

Aplikasi media ini masih berupa open soft. Artinya, masyarakat bisa mengakses aplikasi ini secara bebas, namun tetap menyertakan sumbernya. "Aplikasi berbasis webbase. Aplikasi ini dipakai karena masih ramah lingkungan. Untuk mendukung aplikasi ini kami juga menggunakan Linux. Bergabung dengan kami di MK 160 Karakter dan menggunakan linux bisa bikin kita masuk surga lho," celetuk Inyong, menambahi cerita Tepos.

MK 160 Karakter rentan dengan politik. Aksesnya yang cepat, mudah, dan tidak terbatas sering diminta oleh partai politik tertentu untuk kampanye. "Selalu ada hal yang seperti itu. Kalau ada yang seperti itu, kami tidak mau. Tapi kalau dua partai politik, kami mau. Semua akan kami pertemukan langsung untuk berkampanye di hadapan warga. Sebisa mungkin MK 160 Karakter akan objektif," ujar Amrun, admin media komunikasi ini.

Lokakarya yang merupakan gelaran Jagongan Media Rakyat (JMR) ini dimulai pukul 13.00 Wib hingga pukul 15.00. Rencananya, JMR yang sudah dimulai sejak Jumat (23/2) ini akan resmi ditutup nanti malam.
 


  • dibaca 1680x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara