Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Bikin Bahasa Daerahmu Jadi Bahasa Komputer
    Workshop ini mengajak peserta untuk membuat bahasa antarmuka (GUI) sistem operasi komputer (BlankOn Linux) dalam bahasa daerah. Proyek alihbahasa dan pengembangan Blankon Linux dalam bahasa daerah sudah dilakukan oleh Komunitas BlankOn Banyumas (Bahasa Banyumas) dan Priangan Timur (Bahasa Sunda). Lewat antarmuka bahasa daerah, para pengguna komputer yang tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris bisa mengakses teknologi itu secara lebih mudah.
  • 5 "Linimas(s)a"
    Film "Linimas(s)a" menggambarkan kekuatan gerakan sosial offline maupun online yang saling beresonansi, bersinergi dan menguatkan secara signifikan. Diceritakan pula bagaimana pemanfaatan Internet dan media sosial oleh orang biasa untuk melakukan hal yang luar biasa!
  • 5 E-Becak & Blontea: Meraup Rejeki Nyata Lewat Dunia Maya
    Harry adalah tukang becak. Tapi Harry juga pengguna sosial media aktif macam Facebook dan Twitter. Oleh karena kegemarannya dengan online, ia berhasil menjaring pelanggan tetap terutama Belanda, bila mereka sedang berkunjung ke Jogja.
  • 5 Cipta Media Bersama
    Pada 7 November lalu, 20 ide besar dari dua puluh kelompok diumumkan sebagai penerima hibah Cipta Media Bersama. Program hibah terbuka ini menyokong dana sebesar 1 juta dollar AS bagi mereka untuk melaksanakan proyek yang merangsang gerakan publik dalam empat bidang: meretas batas-kebhiknekaan bermedia, keadilan dan kesetaraan akses terhadap media, kebebasan dan etika bermedia, dan pemantauan media.
  • 5 ICT for Woman: Memberdayakan atau Memperdaya?
    Sudah mulai banyak program sosialisasi untuk mengenalkan perempuan kepada information & communication technology (ICT). Tetapi sedikit yang ternyata memberikan manfaat apapun kepada perempuan. Kebutuhan perempuan bisa jadi memang unik.
Berita,
  Sabtu, 25 Februari 2012 | 13:31 WIB


Taman Bacaan Masyarakat Harus Menyenangkan

Bertempat di Ruang Seminar STPMD "APMD", Sabtu (25/2) Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Nasional Gol A Gong berbagi cerita mengenai pengalamannya mengurus "Rumah Dunia". Gol A Gong tidak ingin menyebut dirinya sebagai pengelola tapi pemilik "Rumah Dunia". Ia menilai bahwa TBM bukanlah bengkel mobil, lembaga kursus, ataupun rental CD.

“Taman Bacaan Masyarakat itu di dalamnya ada banyak buku, masyarakat harus mendatanginya dan kita sebagai pengelola harus punya kapasitas dengan tahu buku,“ ujarnya.

Gol A Gong tidak ingin menjadikan taman bacaan seperti perpustakaan milik pemerintah pada umumnya, yang harus rapi dan terkatalogisasi dengan benar.

“Taman Bacaan Mandiri itu tempat untuk bersenang-senang, jangan sampai katalogisasi dijadikan sebagai sebuah keharusan dan tujuan utama," ujarnya.

Sementara itu, pada forum yang dipadati oleh 200-an peserta ini juga hadir Muhsin Kalida, Ketua Forum TBM Yogyakarta yang mendampingi Gol A Gong sebagai pembicara. Muhsin membagi penglamananya bagaimana teknis pendirian TBM dan pengelolaannya.

Purwono salah satu peserta seminar mengungkapkan pendapatnya bahwa selama ini yang terpikirkan tentang perpustakaan adalah model perpustakaan struktural, sehingga yang nggak sekolah kadang tidak mempunyai hak untuk belajar di sana.

"Dengan Taman Bacaan Masyarakat, menguntungkan saudara kita yang tidak bersekolah agar bisa membaca," katanya.


  • dibaca 1989x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara