Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
Berita,
  Sabtu, 25 Februari 2012 | 14:41 WIB
oleh: Prima SW


Open Source Sejak dari Desa

  

Pengalaman menarik dibawa pada lokakarya “Jogja Go Open Source”, Sabtu (25/2). Berasal dari Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, menurut Soim, desa ini letaknya terpelosok. Untuk mencapai ibukota kabupaten, Kota Purwokerto, kira-kira butuh satu jam perjalanan.

Sebelumnya, komputer pengelola data di kantor desa menggunakan operating system (OS) Windows yang berbayar. Meskipun akrab dipakai, namun OS jenis ini rentan tekena virus komputer. Akibatnya, komputer butuh perawatan yang lebih sering.

Padahal, untuk instalasi ulang komputer misalnya, komputer di Desa Melung perlu dibawa ke Kota Purwokerto. Jarak yang jauh ternyata cukup merepotkan. Selain itu, biayanya mahal. “Untuk perawatan (komputer), sekali perawatan sampai menghabiskan uang dua sampai dua setengah juta rupiah,” kisah Soim.

Akhr tahun 2011, Desa Melung kedatangan perwakilan dari Combine Research Institute (CRI), Yossy Suparyo, dan dari BlankOn Banyumas. Mereka mensosialisasikan penggunaan open source alias operating system legal yang gratis. “Kami tertarik menggunakan itu,” tutur Soim. Sejak saat itu, kantor Desa Melung menggunakan OS Linux.

Desa Melung adalah contoh desa yang telah berhasil merintis pemakaian sistem operasi legal berbasis open source. “Kalau biasanya perubahan dituntut dari pusat dulu baru ke daerah, ini sebaliknya. Dari desa dulu. Ini mempermalukan pemerintah daerah,” seloroh moderator yang disambut tawa oleh hadirin.

Selain Desa Melung, kesuksesan serupa juga terjadi di Desa Mandala Mekar, Kabupaten Tasikmalaya. Desa mana lagi yang mau menyusul?


  • dibaca 1279x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara