Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 "Ande-Ande Lumut"
    Syahdan, di tengah hutan, Pangeran Kusumayuda dari Banyuarum bertemu dengan Klenting Kuning. Tanpa berkenalan mereka saling mengingat. Pangeran Kusumayuda membatin, gadis itu merupakan calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang paling pas. Sayang, mereka tak pernah bersua lagi.
  • 5 ICT for Woman: Memberdayakan atau Memperdaya?
    Sudah mulai banyak program sosialisasi untuk mengenalkan perempuan kepada information & communication technology (ICT). Tetapi sedikit yang ternyata memberikan manfaat apapun kepada perempuan. Kebutuhan perempuan bisa jadi memang unik.
  • 5 ICT for Difable
    Kebanyakan pengguna teknologi informasi makin dimanjakan dengan fasilitas yang kian canggih seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Namun bagi kaum difabel, perkembangan teknologi informasi belum bisa mereka nikmati dengan mudah karena keterbatasan yang mereka alami. Karena itu perlu dukungan serius kepada kaum difabel agar mereka bisa ikut merasakan manfaat teknologi informasi.
  • 5 Pengarusutamaan Jender pada Media Komunitas
    Workshop ini membedah stategi pengarusutamaan gender di media komunitas, baik dalam struktur kelembagaan, isi siaran, maupun pengemasan materi siaran. Kegiatan ini penting diikuti bagi para pegiat media komunitas yang memiliki perhatian pada keadilan, termasuk keadilan jender.
  • 5 Menjadi Fasilitator Sistem Informasi Desa (SID)
    Sistem Informasi Desa (SID) adalah platform pengelolaan sumber daya komunitas di tingkat desa. SID membuka peluang bagi komunitas desa untuk mampu mengelola sumber daya secara mandiri. Dengan dukungan teknologi informasi, SID dibangun sebagai sebuah sistem multimedia. Jika desa saya ingin memiliki SID, apa saja yang harus dilakukan? Siapa yang harus berperan untuk membangun dan mengelola SID di desa? Apa saja syarat teknis dan non-teknis yang harus disiapkan oleh desa? Dengan siapa kami harus bekerja sama? Bagaimana SID bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan desa?
Berita,
  Jumat, 24 Februari 2012 | 22:51 WIB


Keliling Indonesia dalam 40 Menit!

Farid Gaban dan Ahmad Yunus bercerita tentang petualangannya mengelilingi Indonesia, perjalanan itu terekam dalam 40 menit film dokumenter. Mereka merekam seluruh perjalanan ke 80 pulau, hingga menghasilkan 10.000 frame foto dan 70 jam video.

Secara langsung Farid Gaban datang dalam acara diskusi film Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa, Jumat malam (24/2) di Laboratorium Komunikasi Sekolah Tinggi Pemberdayaan Masyarakat Desa "APMD", dalam rangkaian Jagongan Media Rakyat (JMR) 2012.

Farid dicecar dengan berbagai pertanyaan seputar perjalanannya, salah satu diantaranya mengenai apa tujuan Farid dan Yunus melakukan Ekspedisi. “Melihat Indonesia dari sudut pandang yang berbeda karena setiap daerah mempunyai keunikan dibanding daerah lainnya,” ujar Farid.

Perjalanan itu tidak hanya memotret segala hal-hal indah saja, tapi juga melihat realitas sebenarnya. Farid berpendapat bahwa kebijakan publik seringkali tidak sesuai, karena kebanyakan masyarakat terlalu menyamaratakan kondisi Jawa dengan kondisi di luar Jawa, padahal jauh sekali perbedaannya.

Riset perjalanan Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa dilakukan kurang lebih selama dua bulan, menentukan lokasi tujuan, cara mencapai, dan segala hal dipetakan lebih dahulu di awal. Meski tidak dapat dipungkiri lagi apa yang telah dipetakan kurang sesuai dengan apa yang di lapangan.

Farid menggambarkan bahwa kendala-kendala dapat diminimalisir dengan baik karena ada riset dan pemetaan sebelumnya. Hampir keseluruhan perjalan yang dilakukan bertema laut.

“Masa depan Indonesia berada di laut bukan di daratan,” ucap Farid menanggapi beberapa penanya.

Apa yang hendak dicapai?

Mengajak banyak teman untuk mengeksplorasi Indonesia dan menuliskannya di blog, web, ataupun facebook. Itulah misi utama Farid Gaban dan Ahmad Yunus. 


  • dibaca 1103x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara