Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Ngintip Proses Pengarsipan Indonesian Visual Art Archive (IVAA)
    Sejak 1995, IVAA (mulanya bernama Yayasan Seni Cemeti-YSC) fokus pada usaha pemberdayaan infrastruktur seni rupa. Mereka bekerja untuk menjadi pusat data, riset, dan dokumentasi seni rupa Indonesia, dan juga sebagai lembaga manajemen dan pengembangan infrastruktur seni rupa.
  • 5 Mengembangkan Aplikasi Android
    Aplikasi Android yang dikelola Google -teknologi berbasis open source- saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan jumlah pengguna yang kian besar, aplikasi Android memiliki prospek yang menjanjikan bagi pengembang. Selain itu, dengan makin banyaknya pengembang lokal, maka konten lokal yang berasal dari Indonesia -bahkan daerah- akan makin berkembang dan dikenal di dunia. Lalu bagaimana mengembangkan aplikasi ini? Lokakarya ini akan mengupasnya.
  • 5 E-Becak & Blontea: Meraup Rejeki Nyata Lewat Dunia Maya
    Harry adalah tukang becak. Tapi Harry juga pengguna sosial media aktif macam Facebook dan Twitter. Oleh karena kegemarannya dengan online, ia berhasil menjaring pelanggan tetap terutama Belanda, bila mereka sedang berkunjung ke Jogja.
  • 5 Suara Komunitas: Gerakan Pewartaan untuk Perubahan Sosial
    Di tengah lilitan kepentingan modal dalam ranah media, maka pada akhirnya rakyat sendiri turun tangan untuk memroduksi informasi yang sesuai untuk warganya. Dalam konteks inilah portal Suara Komunitas (www.suarakomunitas.net) lahir sebagai media pertukaran informasi dan pengetahuan antar media komunitas di Indonesia.
  • 5 Cipta Media Bersama
    Pada 7 November lalu, 20 ide besar dari dua puluh kelompok diumumkan sebagai penerima hibah Cipta Media Bersama. Program hibah terbuka ini menyokong dana sebesar 1 juta dollar AS bagi mereka untuk melaksanakan proyek yang merangsang gerakan publik dalam empat bidang: meretas batas-kebhiknekaan bermedia, keadilan dan kesetaraan akses terhadap media, kebebasan dan etika bermedia, dan pemantauan media.
Berita,
  Jumat, 24 Februari 2012 | 22:51 WIB


Keliling Indonesia dalam 40 Menit!

Farid Gaban dan Ahmad Yunus bercerita tentang petualangannya mengelilingi Indonesia, perjalanan itu terekam dalam 40 menit film dokumenter. Mereka merekam seluruh perjalanan ke 80 pulau, hingga menghasilkan 10.000 frame foto dan 70 jam video.

Secara langsung Farid Gaban datang dalam acara diskusi film Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa, Jumat malam (24/2) di Laboratorium Komunikasi Sekolah Tinggi Pemberdayaan Masyarakat Desa "APMD", dalam rangkaian Jagongan Media Rakyat (JMR) 2012.

Farid dicecar dengan berbagai pertanyaan seputar perjalanannya, salah satu diantaranya mengenai apa tujuan Farid dan Yunus melakukan Ekspedisi. “Melihat Indonesia dari sudut pandang yang berbeda karena setiap daerah mempunyai keunikan dibanding daerah lainnya,” ujar Farid.

Perjalanan itu tidak hanya memotret segala hal-hal indah saja, tapi juga melihat realitas sebenarnya. Farid berpendapat bahwa kebijakan publik seringkali tidak sesuai, karena kebanyakan masyarakat terlalu menyamaratakan kondisi Jawa dengan kondisi di luar Jawa, padahal jauh sekali perbedaannya.

Riset perjalanan Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa dilakukan kurang lebih selama dua bulan, menentukan lokasi tujuan, cara mencapai, dan segala hal dipetakan lebih dahulu di awal. Meski tidak dapat dipungkiri lagi apa yang telah dipetakan kurang sesuai dengan apa yang di lapangan.

Farid menggambarkan bahwa kendala-kendala dapat diminimalisir dengan baik karena ada riset dan pemetaan sebelumnya. Hampir keseluruhan perjalan yang dilakukan bertema laut.

“Masa depan Indonesia berada di laut bukan di daratan,” ucap Farid menanggapi beberapa penanya.

Apa yang hendak dicapai?

Mengajak banyak teman untuk mengeksplorasi Indonesia dan menuliskannya di blog, web, ataupun facebook. Itulah misi utama Farid Gaban dan Ahmad Yunus. 


  • dibaca 1303x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara