Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Ketika TIK Merambah Desa-desa
    Ini ruang jagongan untuk berbagi cerita kampung-kampung yang sukses mendapat penghargaan tingkat Internasional. Mereka berada di lokasi yang sangat pelosok sehingga sulit diakses dari dunia luar (baca: kota). Tak ada infrastruktur informasi dan komunikasi di daerah mereka. Namun, mereka memilih mengelola website desa untuk menyebarkan informasi di daerahnya pada dunia.
  • 5 Kriminalisasi Pers Gaya Baru
    Nurhayati Kahar, biasa dipanggil Uni Yet merupakan seorang pewarta warga yang gigih. Dia telah lama mengembangkan pewartaan warga di Sumatra Barat dalam jaringan Suara Komunitas. Ia acapkali menulis dan mendokumentasikan peristiwa-peristiwa ketidakadilan di daeahnya, khususnya Padang Pariaman.
  • 5 Budaya Bebas
    Buku "Budaya Bebas" yang ditulis oleh Lawrence Lessig ini untuk pertama kalinya diluncurkan ke publik Indonesia. Lawrence menguraikan bahwa di luar kenyataan tentang teknologi baru yang selalu mendorong lahirnya produk hukum baru, kini para pelaku monopoli media justru memanfaatkan ketakutan terhadap teknologi baru ini, terutama internet, untuk membatasi gerak gagasan di ranah publik.
  • 5 Cipta Media Bersama
    Pada 7 November lalu, 20 ide besar dari dua puluh kelompok diumumkan sebagai penerima hibah Cipta Media Bersama. Program hibah terbuka ini menyokong dana sebesar 1 juta dollar AS bagi mereka untuk melaksanakan proyek yang merangsang gerakan publik dalam empat bidang: meretas batas-kebhiknekaan bermedia, keadilan dan kesetaraan akses terhadap media, kebebasan dan etika bermedia, dan pemantauan media.
  • 5 "Ande-Ande Lumut"
    Syahdan, di tengah hutan, Pangeran Kusumayuda dari Banyuarum bertemu dengan Klenting Kuning. Tanpa berkenalan mereka saling mengingat. Pangeran Kusumayuda membatin, gadis itu merupakan calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang paling pas. Sayang, mereka tak pernah bersua lagi.
Berita,
  Jumat, 24 Februari 2012 | 22:27 WIB


Tak Sekadar Click tapi juga Act

"Biar tidak dikata kepedulian alakadarnya makanya jangan cuma clik tapi terjun ke lapangan kalau memang mampu," kritik Onno W. Purbo, dalam seminar "Click Activism, Kepedulian Alakadarnya". Seminar yang dikemas dengan sharing ringan nan santai ini, megupas tuntas persoalan sosial media. Click Activism, dalah konsep kontribusi pengguna internet sebagai bentuk respons dari seubah isu. Misal like dalam facebook atau retweet dalam twitter.

Sosial media adalah fenomena baru dalam masyarakat Indonesia. Seiring dengan itu banyak bermunculan komunitas-komunitas yang memanfaatkan sosial media seperti blogger, jogloabang, Akber, dan sebagainya.

Kumnitas-kumunitas ini muncul untuk menjawab keresahan munculnya masyarakat tipe dua dalam hal berinternet. Terdapat tiga pembagian jenis masyarakat dalam dunia internet. Pertama, masyarakat yang tahu internet dan tahu cara memanfaatkannya, kedua masyarakat yang tahu internet tetapi tidak tahu atau tidak mau tahu cara memanfaatkannya dan ketiga masyarakat yang memang tidak tahu apa-apa tentang internet.

"Nah, kita ingin menyelamatkan masyarakat tipe dua ini, kalau dia tahu internet tetapi tidak tahu cara memanfaatkannya itu yang repot," ujar Indri dari Relawan TIK.

Internet yang banyak diakses adalah sosial media, baik itu facebook, twitter, atau blog. Tentu sebagai pengguna kita wajib tahu memanfaatkannya. Semisal komunitas dari Jogloabang, yang memanfaatkan blog bukan sebagai barang pribadi yang untuk dikonsumsi sendiri. Akan tetapi blog adalah lahan bisnis yang manis. Sekadar menjadi blogger kata Antok Suryaden, tidak cukup. tetapi dengan menjadi developer.

"Tahun ini Jogloabang membikin program baru untuk menjadi developer dalam blog. Artinya blog menjadi lebih menghasilkan dengan memberi aplikasi-aplikasi baru ketimbang kita hanya menjadi blogger saja," ungkap Antok.


  • dibaca 1160x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara