Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Akber Jogja: Click Activism, Kepedulian Alakadarnya?
    Click activism, alias gerakan yang dilakukan di ranah maya, dipercaya bisa mencetuskan berbagai aksi sosial di lapangan. Tetapi banyak juga yang skeptis memandang gerakan tersebut tersebut sebagai kepedulian alakadarnya tanpa punya peran dan makna penting. Selain lokakarya, forum ini juga menjadi ajang peluncuran e-book "10 Taktik Ubah Informasi Menjadi Aksi".
  • 5 Suara Komunitas: Gerakan Pewartaan untuk Perubahan Sosial
    Di tengah lilitan kepentingan modal dalam ranah media, maka pada akhirnya rakyat sendiri turun tangan untuk memroduksi informasi yang sesuai untuk warganya. Dalam konteks inilah portal Suara Komunitas (www.suarakomunitas.net) lahir sebagai media pertukaran informasi dan pengetahuan antar media komunitas di Indonesia.
  • 5 Mengkritisi Kebijakan Telematika di Indonesia
    Pemerintah dan DPR saat ini sedang membahas RUU Konvergensi Telematika. Regulasi ini rencananya akan mengatur bidang penyiaran, telekomunikasi, dan informatika dalam satu undang-undang. Alasan dibalik pemberlakukan UU Konvergensi ini adalah untuk mengintegrasikan regulasi di bidang telematika yang saat ini diatur secara terpisah. Namun jika proses pembahasannya tidak diawasi dengan baik, regulasi ini berpotensi menjadi alat kontrol pemerintah terutama terhadap media penyiaran dan online.
  • 5 "Komunikasi Bencana"
    Indonesia merupakan negara yang menghadapi ancaman bencana cukup besar. Dalam penanggulangan bencana, komunikasi menjadi salah satu faktor penting yang akan mempengaruhi kemampuan mengantisipasi dan merespon ancaman bencana. Bagaimana ilmu komunikasi memberi sumbangan terhadap penanggulangan bencana, merupakan salah satu pertanyaan yang akan dijawab dalam bedah buku "Komunikasi Bencana" ini.
  • 5 Jurnalisme Kebencanaan
    Pewarta maupun awak media meanstream di Indonesia adalah pekerja yang tidak dibentuk atau disiapkan sebagai pewarta di wilayah bencana sehingga yang terjadi adalah atas proses yang tidak direncanakan dan kebanyakan adalah Shock reporting, tidak adanya panduan pewartaan yang telah di konvergensi dengan isu-isu kebencanaan.
Liputan,
  Jumat, 24 Februari 2012 | 17:10 WIB
oleh: Prima SW


Mengapa Ibu Perlu Kenal Internet?

“Mengapa ibu-ibu perlu mengenal komputer dan internet?”

Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Dewi W. Ningrum, peneliti ICT Watch yang juga didaulat sebagai pembicara di lokakarya “ICT for Woman: Memberdayakan atau Memperdaya?” (24/2).

Menurut Dewi, pertanyaan tersebut ia dapatkan dari ibu-ibu di pelosok, ketika ICT Watch melakukan pelatihan di daerah. Ibu perlu mengenal internet untuk menjelaskan internet serta cara menggunakannya kepada anak-anak mereka. “Anak zaman sekarang beda dengan zaman dulu. Sekarang, dengan HP, mereka bisa share macam-macam,” katanya.

Berbekal pengetahuan soal komputer dan internet, ibu bisa menjelaskan kepada anak tentang berbahayanya bila mengunggah hal privat. “Anak-anak tidak tahu dampak negatif dengan bagi-bagi foto atau informasi(pribadi) di FB,” ujar Dewi.

Selain itu, mengenal internet akan membantu ibu mendapat informasi-informasi penting yang berguna. Internet juga bisa dimanfaatkan untuk mencari uang sembari mengemong anak di rumah, pungkas Dewi.

Di lain pihak, pendapat menarik dilontarkan oleh moderator, Indriyanto Banyumurti, yang juga ketua Relawan TIK Nasional. “yang diblow-up dari internet adalah hal-hal yang negatif saja.”


  • dibaca 1650x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara