Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Mengawal Revisi Undang-Undang Penyiaran
    Sampai kini, masih berlangsung proses perubahan Undang-Undang No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Ada banyak poin yang merugikan penyiaran komunitas. Banyak perubahan yang justur menguntungkan penyiaran swasta atau pengusaha. Poin-poin mana saja yang merugikan penyiaran komunitas? Dan bagaimana langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh media komunitas? Dialog ini akan merancangnya.
  • 5 "Komunikasi Bencana"
    Indonesia merupakan negara yang menghadapi ancaman bencana cukup besar. Dalam penanggulangan bencana, komunikasi menjadi salah satu faktor penting yang akan mempengaruhi kemampuan mengantisipasi dan merespon ancaman bencana. Bagaimana ilmu komunikasi memberi sumbangan terhadap penanggulangan bencana, merupakan salah satu pertanyaan yang akan dijawab dalam bedah buku "Komunikasi Bencana" ini.
  • 5 Mengembangkan Aplikasi Android
    Aplikasi Android yang dikelola Google -teknologi berbasis open source- saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan jumlah pengguna yang kian besar, aplikasi Android memiliki prospek yang menjanjikan bagi pengembang. Selain itu, dengan makin banyaknya pengembang lokal, maka konten lokal yang berasal dari Indonesia -bahkan daerah- akan makin berkembang dan dikenal di dunia. Lalu bagaimana mengembangkan aplikasi ini? Lokakarya ini akan mengupasnya.
  • 5 Jogja Go Open Source
    Berbagi pengalaman Pemkot Jogjakarta dan Komunitas Open Source memanfaatkan open source di dunia pemerintahan. Pemkot Jogjakarta telah memanfaatkan open source di Puskesmas untuk pelayanan publik.
  • 5 Cipta Media Bersama
    Pada 7 November lalu, 20 ide besar dari dua puluh kelompok diumumkan sebagai penerima hibah Cipta Media Bersama. Program hibah terbuka ini menyokong dana sebesar 1 juta dollar AS bagi mereka untuk melaksanakan proyek yang merangsang gerakan publik dalam empat bidang: meretas batas-kebhiknekaan bermedia, keadilan dan kesetaraan akses terhadap media, kebebasan dan etika bermedia, dan pemantauan media.
Berita,
  Jumat, 24 Februari 2012 | 17:29 WIB


Ruangan Kecil, Peserta Tetap Antusias

Lokakarya bertajuk "Online Media Research: Konten Laris Manis Bagaimana?" hari Jumat (24/2) dihadiri banyak peserta. Banyaknya peserta yang memenuhi ruang A5 STPMD "APMD" ini sedikit membuat panitia kewalahan.

"Banyaknya peserta gak sebanding ma ruangan yang terlalu kecil. Kita tadi jadi sering ngangkatin kursi. Apalagi narasumbernya banyak. Padahal, topik dan narasumbernya menarik," ungkap Yosep, salah satu panitia.

Alvani, salah satu peserta lokakarya juga berpendapat hal yang sama dengan Yosep.

"Memang sih ruangnya kecil, panas juga. Tapi materi ma pembicaranya bagus kok," kata mahasiswi UNY yang ditemui sehabis acara.

Lokakarya ini menghadirkan empat narasumber yang sudah sering bergelut dengan dunia online. Masing-masing narasumber tersebut adalah Pengelola @Jogjaupdate Pakdhe Senggol, Associate Dean Stikom LSPR Jakarta Fiona Suwana, Pewarta Portal SuaraKomunitas.net Yana Novandi, dan konsultan vikim.com Budi Putra.

Lokakarya dimulai sejak pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Selama acara, 50 peserta yang hadir sangat antusias. Ini terlihat dari banyaknya peserta yang hendak bertanya pada narasumber. Akan tetapi, karena keterbatasan waktu, hanya tiga penanya yang bisa berdialog dengan narasumber.

Dalam lokakarya, masing-masing narasumber berbicara mengenai konten online yang biasa mereka geluti. Budi Putra, memberikan trik bagaimana konten online agar dapat disukai masyarakat. Begitu pula dengan Pakdhe Senggol dan Yana Noviadi. Sedangkan Fiona banyak memberikan data mengenai perbedaan bentuk penulisan online dan berita cetak.

Acara ini merupakan rangkaian Jagongan Media Rakyat (JMR) 2012. Sejak hari pertama hingga sampai berita ini diturunkan telah digelar 18 Lokakarya dari 40 Lokakarya yang direncanakan.


  • dibaca 622x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara