Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 "Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa"
    Dua wartawan, satu senior, satu junior, berkeliling ke seantero Indonesia untuk mendokumentasikan kehidupan di 100 pulau dalam 40 gugus kepulauan hanya dengan dua motor Honda Win yang dimodifikasi jadi trail. Butuh waktu selama 8 bulan untuk menuntaskan perjalanan panjang itu (Mei-Desember 2009).
  • 5 E-Becak & Blontea: Meraup Rejeki Nyata Lewat Dunia Maya
    Harry adalah tukang becak. Tapi Harry juga pengguna sosial media aktif macam Facebook dan Twitter. Oleh karena kegemarannya dengan online, ia berhasil menjaring pelanggan tetap terutama Belanda, bila mereka sedang berkunjung ke Jogja.
  • 5 Ngintip Proses Pengarsipan Indonesian Visual Art Archive (IVAA)
    Sejak 1995, IVAA (mulanya bernama Yayasan Seni Cemeti-YSC) fokus pada usaha pemberdayaan infrastruktur seni rupa. Mereka bekerja untuk menjadi pusat data, riset, dan dokumentasi seni rupa Indonesia, dan juga sebagai lembaga manajemen dan pengembangan infrastruktur seni rupa.
  • 5 Konsolidasi Buruh Migran di Dunia Maya
    Di sini peserta akan berdialog dan berbagi pengalaman pemanfaatan TIK untuk memantau migrasi tenaga kerja Indonesia di sejumlah negara. Dari persiapan migrasi, saat migrasi, dan sesudah migrasi. Pusat Sumber Daya Buruh Migran akan berbagi tentang pengalamannya mendampingi para buruh migran untuk saling berkonsolidasi melakukan advokasi kasus, menyelamatkan kawan, dan memengaruhi kebijakan pemerintah di sektor buruh migran.
  • 5 ICT for Difable
    Kebanyakan pengguna teknologi informasi makin dimanjakan dengan fasilitas yang kian canggih seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Namun bagi kaum difabel, perkembangan teknologi informasi belum bisa mereka nikmati dengan mudah karena keterbatasan yang mereka alami. Karena itu perlu dukungan serius kepada kaum difabel agar mereka bisa ikut merasakan manfaat teknologi informasi.
Berita,
  Kamis, 23 Februari 2012 | 18:05 WIB


Ngobrol Enak di Stan Kuliner

"Dari gado-gado sampai soto sapi ada di sini. Kalau mau ngopi sambil nonton pentas seni juga bisa di sini. Pokoknya strategis," ujar Haryati, salah satu pengisi stan kuliner di acara Jagongan Media Rakyat (JMR) 2012, kamis (23/2). Hal senada juga diungkapkan oleh Asih. Perempuan yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan STPMD "APMD" ini juga menyatakan bahwa stan kuliner sangat strategis bagi pengujung yang ingin menikmati pentas seni di JMR.

Stan kuliner ini memang strategis. Makanannya pun cukup beragam dan lumayan murah. Stan yang terletak tepat di depan panggung seni ini enak dijadikan tempat untuk ngobrol. Hary (22), seorang pengunjung stan mengungkapkan bahwa suasana di stan ini cukup enak dan strategis. "Di sini enak. Bisa makan sambil nonton musik. Lumayan murah pula", ujarnya.

Senada dengan Hary, Bagas, (21), mahasiswa asal UNY, juga menyatakan bahwa stan kuliner di JMR memiliki posisi strategis. "Makanannya banyak. Ada mie goreng, soto, lontong, sampai nasi kucing juga ada. Asik buat ngobrol enak sambil liat band di depan. Apalagi sama pacar," ungkapnya.

Selain stan kuliner, JMR yang akan berlangsung selama tiga hari ini juga memiliki sejumlah stan. Tercatat 40 buah stan akan mengawal acara dua tahunan ini hingga sabtu lusa.


  • dibaca 1308x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara