Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Sekolah Jurnalistik via Online
    Sekolah tidak perlu ruang kelas yang nyaman dengan AC dan meja yang meja-kursi yang bersih. Tidak pula butuh guru atau dosen yang memegang gelar mentereng nan banyak. Sekolah bisa diwujudkan cukup dengan jaringan interne.
  • 5 Media Komunitas 160 Karakter
    Ada sebuah fasilitas di telpon genggam yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Teknologi pesan layanan pendek (SMS), umumnya hanya digunakan untuk komunikasi individual. Padahal dengan sedikit inovasi, informasi dalam 160 karakter itu bisa dikelola dan dimanfaatkan sebagai platform multifungsi. Dipadukan dengan piranti lunak khusus, teknologi SMS bisa digunakan sebagai media informasi yang sederhana, mudah, cepat dan murah. Karakter teknologi tersebut sangat cocok untuk dikembangkan dan diterapkan oleh media komunitas.
  • 5 Cipta Media Bersama
    Pada 7 November lalu, 20 ide besar dari dua puluh kelompok diumumkan sebagai penerima hibah Cipta Media Bersama. Program hibah terbuka ini menyokong dana sebesar 1 juta dollar AS bagi mereka untuk melaksanakan proyek yang merangsang gerakan publik dalam empat bidang: meretas batas-kebhiknekaan bermedia, keadilan dan kesetaraan akses terhadap media, kebebasan dan etika bermedia, dan pemantauan media.
  • 5 ICT for Woman: Memberdayakan atau Memperdaya?
    Sudah mulai banyak program sosialisasi untuk mengenalkan perempuan kepada information & communication technology (ICT). Tetapi sedikit yang ternyata memberikan manfaat apapun kepada perempuan. Kebutuhan perempuan bisa jadi memang unik.
  • 5 Menangkal Dampak Negatif Internet terhadap Anak dan Murid
    Internet adalah gudangnya informasi dan pengetahuan. Namun tanpa arahan yang jelas, anak atau murid kita bisa terjerumus ke hal yang dapat merugikan dirinya lantaran Internet. Untuk itu perlu ada strategi untuk mengenalkan Internet sejak dini di tengah keluarga.
Berita,
  Kamis, 23 Februari 2012 | 14:11 WIB


Seminar Nasional Membuka Rangkaian Jagongan Media Rakyat 2012

Para Panelis Seminar Nasional "Basis Data Sebagai Rujukan Rencana Pembangunan di Pedesaan." Seminar Nasional yang bertema “Basis Data Desa Sebagai Rujukan Rencana Pembangunan di Pedesaan” resmi menjadi acara pembuka Jagongan Media Rakyat 2012, di Ruang Seminar Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD", Kamis (23/2). Acara dibuka dengan sambutan dari Managing Director Combine Resource Institution (CRI) Ranggoaini Jahja selaku penyelenggara, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Sekolah Tinggi Pemberdayaan Masyarakat Desa "APMD" Habib Muhsin.

Lima orang panelis dihadirkan dalam seminar ini: Simon Edward Gaol, Hamonangan Ritonga, Imawan Wahyudi, Elanto Wijoyono, dan Sutoro Eko Yunanto. Simon Edward Gaol dari Kasubdin III Pendataan Potensi Masyarakat Kemendagri, memulainya dengan memaparkan tentang bagaimana proses pengumpulan data dan metode pengumpulan data yang sesuai dengan Permendagri No. 12 tahun 2007.

Wakil Bupati Gunung Kidul Imawan Wahyudi sebagai panelis kedua membicarakan mengenai pentingnya data desa, salah satunya digunakan untuk distribusi beras miskin (Raskin).

“Pentingnya updating data, bisa-bisa yang miskin nggak dapat yang nggak miskin dapat," ujar Imawan mengenai data distribusi beras miskin.

Sementara itu, Hamonangan Ritonga, Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS membicarakan tentang perbandingan penduduk miskin di kota dan daerah.

Elanto Wijoyono dari CRI mengenalkan pentingnya Sistem Informasi Desa (SDI). Dia memulainya dengan sebuah video dokumentasi di Desa Terong, Dlingo Bantul yang berdurasi kurang lebih 5 menit. Isinya, berupa cepatnya  pengurusan surat berkat adanya Sistem Informasi Desa.

Sedangkan panelis terakhir Sutoro Eko Yunanto, pengajar Ilmu Pemerintahan STPMD "APMD" memaparkan banyak program untuk masyarakat desa justru seringkali ditunggangi oleh aktor-aktor politik.


  • dibaca 2347x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara