Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Konsolidasi Buruh Migran di Dunia Maya
    Di sini peserta akan berdialog dan berbagi pengalaman pemanfaatan TIK untuk memantau migrasi tenaga kerja Indonesia di sejumlah negara. Dari persiapan migrasi, saat migrasi, dan sesudah migrasi. Pusat Sumber Daya Buruh Migran akan berbagi tentang pengalamannya mendampingi para buruh migran untuk saling berkonsolidasi melakukan advokasi kasus, menyelamatkan kawan, dan memengaruhi kebijakan pemerintah di sektor buruh migran.
  • 5 Mengawal Revisi Undang-Undang Penyiaran
    Sampai kini, masih berlangsung proses perubahan Undang-Undang No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Ada banyak poin yang merugikan penyiaran komunitas. Banyak perubahan yang justur menguntungkan penyiaran swasta atau pengusaha. Poin-poin mana saja yang merugikan penyiaran komunitas? Dan bagaimana langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh media komunitas? Dialog ini akan merancangnya.
  • 5 Membaca Tanda Alam lewat Burung
    Clive Walker, seorang petualang Inggris yang menghabiskan sebagian hidupnya di Bostwana, Afrika, dan berdekatan dengan hewan-hewan liar, percaya kalau mereka punya rasa yang amat tajam. Ia mengatakan, "Wildlife seem to be able to pick up certain phenomenon, especially birds ... there are many reports of birds detecting impending disasters (Satwa liar tampaknya mampu mengambil fenomena tertentu, terutama burung... ada banyak laporan yang mengatakan kalau burung mampu mendeteksi bencana yang akan datang)."
  • 5 "Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa"
    Dua wartawan, satu senior, satu junior, berkeliling ke seantero Indonesia untuk mendokumentasikan kehidupan di 100 pulau dalam 40 gugus kepulauan hanya dengan dua motor Honda Win yang dimodifikasi jadi trail. Butuh waktu selama 8 bulan untuk menuntaskan perjalanan panjang itu (Mei-Desember 2009).
  • 5 Katakan dengan Fotomu
    Foto yang kuat tentu dihasilkan dari kamera yang hebat. Dengan harga jutaan rupiah yang mampu mengambil banyak warna dan objek secara tajam baik dari jarak jauh mupun dekat. Tetapi bagi seorang blogger semacam Pamantyo, anggapan tersebut tidak berlaku.
Berita,
  Kamis, 23 Februari 2012 | 12:29 WIB


Difabel Turut Nge-JMR

UBF, Umi Barokah Fondation bekerja sama dengan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Nusantara membuka stan di JMR tahun ini. Lembaga sosial yang konsen memberdayakan komunitas penyandang cacat, keluarga msikin, dan termarginalkan (orang-orang yang belum mampu menjangkau alses pemerintah -red). Berangkat dari Muntilan, Magelang menuju Yogyakarta guna meramaikan acara JMR. "Apalagi kita belum banyak ditahu orang, jadi ikut acara semacam gini  sangat penting," ujar Umi selaku pendiri UBF.

Ditanya soal UBF, Umi menjelaskan kegiatan lembaganya cukup produktif. Para penyandang cacat dibina sedmikian rupa sehingga mampu menghasilkan karya yang komersil. Tidak hanya itu UBF juga gencar mengadakan pelatihan juga mengadvokasi orang sakit untuk mendapatkan kartu sehat serta penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).  "Konflik-konfilk sosial itu banyak, lewat lembaga ini kemudian kita berusaha meminimalisir," aku Umi.

Umi ditemani beberapa anggotanya mendandani stannya berupa hasil kerajinan para penyandang cacat. "Harapannya stan ini menjadi media sosialisasi yang efektif," ujar Umi. Stan yang didirikan sejak 2002 ini memang belum banyak diketahui oleh masyarakat apalagi luar Magelang. "Alhamdulillah mulai pagi tadi sudah banyak yang mampir," ungkap Umi. 


  • dibaca 1873x

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara