Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Ngintip Proses Pengarsipan Indonesian Visual Art Archive (IVAA)
    Sejak 1995, IVAA (mulanya bernama Yayasan Seni Cemeti-YSC) fokus pada usaha pemberdayaan infrastruktur seni rupa. Mereka bekerja untuk menjadi pusat data, riset, dan dokumentasi seni rupa Indonesia, dan juga sebagai lembaga manajemen dan pengembangan infrastruktur seni rupa.
  • 5 Ngeblog dari A-Z
    Weblog (biasa disingkat blog) tumbuh bak jamur di musim hujan. Banyak blogger yang mengelola dengan asal-asalan. Namun tak sedikit blog yang dikelola dengan serius sehingga tak hanya menhasilkan muatan yang bermanfaat namun juga bisa menjadi pendulang uang bagi pemiliknya. Bagaimana mengelola blog dengan baik? Bagaimana agar blog tak hanya bermanfaat bagi pengunjung, namun juga memberi kontribusi penting dalam membangun reputasi dan financial bagi pemiliknya? Lokakarya ini akan mengupas tuntas dunia blogging.
  • 5 Pengantar Jurnalisme Investigasi
    Jurnalisme investigasi itu sulit karena ia harus mengungkap sesuatu yang tersembunyi atau disembunyikan. Oleh karena itu, jurnalisme butuh kerja ekstra yaitu kompilasi antara pemakaian dokumen, informan, dan rekaman. Tidak hanya mengumpulkan, tapi menguak informasi dan data dari segala sumber apakah dapat dipercaya atau sekadar bohong.
  • 5 ICT for Difable
    Kebanyakan pengguna teknologi informasi makin dimanjakan dengan fasilitas yang kian canggih seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Namun bagi kaum difabel, perkembangan teknologi informasi belum bisa mereka nikmati dengan mudah karena keterbatasan yang mereka alami. Karena itu perlu dukungan serius kepada kaum difabel agar mereka bisa ikut merasakan manfaat teknologi informasi.
  • 5 Cipta Media Bersama
    Pada 7 November lalu, 20 ide besar dari dua puluh kelompok diumumkan sebagai penerima hibah Cipta Media Bersama. Program hibah terbuka ini menyokong dana sebesar 1 juta dollar AS bagi mereka untuk melaksanakan proyek yang merangsang gerakan publik dalam empat bidang: meretas batas-kebhiknekaan bermedia, keadilan dan kesetaraan akses terhadap media, kebebasan dan etika bermedia, dan pemantauan media.

25 Feb 2012 09:00 - 12:00 WIB : Ruang Film (Screening)

"Kupangku Lumpur"

Film ini mengisahkan keluarga Sidik. Sebelum ada ledakan pipa gas pada
November 2006 akibat semburan lumpur lapindo, keluarga ini
serasi dan harmonis. Rukun dan damai. Saat ada ledakan pipa gas, dan
mereka terusir dari kampung halamannya, kehidupan
pahit keluarga Sidik mulai terjadi. Priyo, anak pertama Pak Sidik
menjadi aktivis gerakan korban lumpur. Priyo sangat idealis.
Sidik bersikap sebaliknya. Ia sangat oportunis dengan menjadi kaki
tangan perusahaan migas. Sidik mencuri kesempatan atas kekacauan
keadaan sosial ini untuk mencari untung. Ia meminta fee 1 persen
kepada warga yang awam dalam hal pengurusan ganti rugi. Sementara anak
kedua keluarga Sidik
yang bernama Yuni bercita-cita yang ingin menjadi guru agama malah
jatuh ke dunia prostusi. Namun profesi Yuni ini dibungkus sebagai
buruh pabrik.
Yuni melacur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya,
khususnya kebutuhan adik bungsunya yang bernama Anang. Ia berharap
Anang bisa meraih cita-citanya kelak, sebab orang tuanya hanya
mendapatkan pemasukan dari jualan kupang.

Bagaimana akhir nasib keluarga ini lihat tayangan selengkapnya.

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara