Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 "Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa"
    Dua wartawan, satu senior, satu junior, berkeliling ke seantero Indonesia untuk mendokumentasikan kehidupan di 100 pulau dalam 40 gugus kepulauan hanya dengan dua motor Honda Win yang dimodifikasi jadi trail. Butuh waktu selama 8 bulan untuk menuntaskan perjalanan panjang itu (Mei-Desember 2009).
  • 5 Akber Jogja: Click Activism, Kepedulian Alakadarnya?
    Click activism, alias gerakan yang dilakukan di ranah maya, dipercaya bisa mencetuskan berbagai aksi sosial di lapangan. Tetapi banyak juga yang skeptis memandang gerakan tersebut tersebut sebagai kepedulian alakadarnya tanpa punya peran dan makna penting. Selain lokakarya, forum ini juga menjadi ajang peluncuran e-book "10 Taktik Ubah Informasi Menjadi Aksi".
  • 5 Mengembangkan Aplikasi Android
    Aplikasi Android yang dikelola Google -teknologi berbasis open source- saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan jumlah pengguna yang kian besar, aplikasi Android memiliki prospek yang menjanjikan bagi pengembang. Selain itu, dengan makin banyaknya pengembang lokal, maka konten lokal yang berasal dari Indonesia -bahkan daerah- akan makin berkembang dan dikenal di dunia. Lalu bagaimana mengembangkan aplikasi ini? Lokakarya ini akan mengupasnya.
  • 5 Jurnalisme Kebencanaan II
    Lanjutan dari lokakarya "Jurnalisme Kebencanaan". Pada hari kedua ini lokakarya akan memusatkan perhatian pada bagaimana sebuah peliputan bencana memakai perspektif kemanusiaan. Materi akan dilanjutkan dengan diskusi kelompok.
  • 5 Pengarusutamaan Jender pada Media Komunitas
    Workshop ini membedah stategi pengarusutamaan gender di media komunitas, baik dalam struktur kelembagaan, isi siaran, maupun pengemasan materi siaran. Kegiatan ini penting diikuti bagi para pegiat media komunitas yang memiliki perhatian pada keadilan, termasuk keadilan jender.

25 Feb 2012 09:00 - 12:00 WIB : Ruang 6

E-Becak & Blontea: Meraup Rejeki Nyata Lewat Dunia Maya

Harry adalah tukang becak. Tapi Harry juga pengguna sosial media aktif macam Facebook dan Twitter. Oleh karena kegemarannya dengan online, ia berhasil menjaring pelanggan tetap terutama Belanda, bila mereka sedang berkunjung ke Jogja.

Bagi sebagian orang bisa jadi gagasan dan langkah Harry itu ngawur. Buat apa tukang becak pakai Facebook dan Twitter segala? Tapi tiada yang dapat memungkiri, dengan mengayuh becak tiap hari, dan update status serta mentwit tiap hari, ia punya pelanggan tetap. Dan terus menjaring calon pelanggan cuma lewat online.

Pelan-pelan Harry mulai menanamkan kesan pada pelanggannya untuk berwisata di Jogja dengan becak. Bagaimana sebenarnya Harry Van Jogja memulai ide kurang warasnya itu? Harry akan membagi pengalamannya pada dialog ini.

Sesi ini juga akan menghadirkan Blontankpoer yang sukses menjalankan bisnis Blontea.
Pengisi Acara
Blontank Poer

Blontank Poer


Rumah Blogger Indonesia
Harry Van Jogja

Harry Van Jogja


Harry Van Jogja

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara