Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Memanfaatkan Teknologi Interactive Voice Respons (IVR)
    Interactive Voice Respons (IVR) adalah sistem telepon otomatis yang berinteraksi dengan pemanggil. Sistim IVR dapat merespon panggilan dengan menggunakan suara yang telah direkam terlebih dahulu, kepada pemanggil untuk pemrosesan berikutnya. Sistem IVR menerima kombinasi input suara dan pemilihan berdasarkan penekanan keypad telepon dan menghasilkan respons dalam bentuk suara, fax, callback, email atau media yang lain. Di lokakarya ini Anda akan dipandu secara ringkas bagaimana memanfaatkan IVR.
  • 5 Menangkal Dampak Negatif Internet terhadap Anak dan Murid
    Internet adalah gudangnya informasi dan pengetahuan. Namun tanpa arahan yang jelas, anak atau murid kita bisa terjerumus ke hal yang dapat merugikan dirinya lantaran Internet. Untuk itu perlu ada strategi untuk mengenalkan Internet sejak dini di tengah keluarga.
  • 5 OpenBTS: Seperti Apa Benih Telekomunikasi Swadaya?
    OpenBTS adalah sebuah teknologi yang memungkinkan komunitas untuk mengembangkan penelitian hingga penyediaan sarana telekomunikasi GSM secara mandiri. OpenBTS dapat dirakit sendiri dan dioperasikan menggunakan teknologi open source. Apakah mau selamanya dijajah vendor? Tapi bagaimana mengoperasikannya? Ikutilah lokakarya ini.
  • 5 Ngintip Proses Pengarsipan Indonesian Visual Art Archive (IVAA)
    Sejak 1995, IVAA (mulanya bernama Yayasan Seni Cemeti-YSC) fokus pada usaha pemberdayaan infrastruktur seni rupa. Mereka bekerja untuk menjadi pusat data, riset, dan dokumentasi seni rupa Indonesia, dan juga sebagai lembaga manajemen dan pengembangan infrastruktur seni rupa.
  • 5 Cipta Media Bersama
    Pada 7 November lalu, 20 ide besar dari dua puluh kelompok diumumkan sebagai penerima hibah Cipta Media Bersama. Program hibah terbuka ini menyokong dana sebesar 1 juta dollar AS bagi mereka untuk melaksanakan proyek yang merangsang gerakan publik dalam empat bidang: meretas batas-kebhiknekaan bermedia, keadilan dan kesetaraan akses terhadap media, kebebasan dan etika bermedia, dan pemantauan media.

25 Feb 2012 09:00 - 12:00 WIB : Ruang Kelas 3

Ngintip Proses Pengarsipan Indonesian Visual Art Archive (IVAA)

Sejak 1995, IVAA (mulanya bernama Yayasan Seni Cemeti-YSC) fokus pada usaha pemberdayaan infrastruktur seni rupa. Mereka bekerja untuk menjadi pusat data, riset, dan dokumentasi seni rupa Indonesia, dan juga sebagai lembaga manajemen dan pengembangan infrastruktur seni rupa.

Saat ini koleksi database IVAA telah mencapai 20.000 item yang berisi khusus tentang seni rupa modern dan kontemporer. Mulai dari buku, majalah, jurnal, katalog, foto, slide, video, makalah, promotional item sampai kliping media massa yang dikumpulkan selama 12 tahun. Tercatat data tertua berupa makalah-makalah seni rupa pada awal 1960-an. Semuanya disimpan dan diklasifikasi dalam perpustakaan dan ruang arsip.

Lalu sekira Juni 2007, IVAA yang didukung oleh Ford Foundation, melakukan proses digitisasi data yang masih berbentuk analog dan hardcopy. Hasil digitisasi dan pengolahan data ini kemudian ditempatkan secara online di web dengan @rsipIVAA. Ialah sebuah sistem database yang mengkhususkan diri pada pendokumentasian seni visual kontemporer (Indonesia) yang diformat dalam bentuk images (teks, foto, audio dan video) serta bisa diakses oleh siapapun, dan di manapun Anda berada.

Bagaimana kami mengarsip data sebanyak itu? Mari bergabung di lokakarya ini.
Pengisi Acara
Indonesian Visual Art Archive (IVAA)

Indonesian Visual Art Archive (IVAA)


Indonesian Visual Art Archive (IVAA)
Indonesian Visual Art Archive (IVAA)

Indonesian Visual Art Archive (IVAA)


Indonesian Visual Art Archive (IVAA)

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara