Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Jurnalisme Kebencanaan II
    Lanjutan dari lokakarya "Jurnalisme Kebencanaan". Pada hari kedua ini lokakarya akan memusatkan perhatian pada bagaimana sebuah peliputan bencana memakai perspektif kemanusiaan. Materi akan dilanjutkan dengan diskusi kelompok.
  • 5 E-Becak & Blontea: Meraup Rejeki Nyata Lewat Dunia Maya
    Harry adalah tukang becak. Tapi Harry juga pengguna sosial media aktif macam Facebook dan Twitter. Oleh karena kegemarannya dengan online, ia berhasil menjaring pelanggan tetap terutama Belanda, bila mereka sedang berkunjung ke Jogja.
  • 5 Wikisaster Management: Pengalaman JALIN Merapi Mengelola Informasi Bencana
    Apa jadinya kalau bencana dikelola? Tentu saja akan memperkecil kerugian. Dengan mengelola bencana (alam atau buatan manusia), kerusakan fisik bisa ditekan. Kehilangan nyawa mampu diperkecil jumlahnya. Dan proses pemulihan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
  • 5 Ngintip Proses Pengarsipan Indonesian Visual Art Archive (IVAA)
    Sejak 1995, IVAA (mulanya bernama Yayasan Seni Cemeti-YSC) fokus pada usaha pemberdayaan infrastruktur seni rupa. Mereka bekerja untuk menjadi pusat data, riset, dan dokumentasi seni rupa Indonesia, dan juga sebagai lembaga manajemen dan pengembangan infrastruktur seni rupa.
  • 5 Katakan dengan Fotomu
    Foto yang kuat tentu dihasilkan dari kamera yang hebat. Dengan harga jutaan rupiah yang mampu mengambil banyak warna dan objek secara tajam baik dari jarak jauh mupun dekat. Tetapi bagi seorang blogger semacam Pamantyo, anggapan tersebut tidak berlaku.

24 Feb 2012 13:00 - 15:00 WIB : Ruang Kelas 1

Kriminalisasi Pers Gaya Baru

Nurhayati Kahar, biasa dipanggil Uni Yet merupakan seorang pewarta warga yang gigih. Dia telah lama mengembangkan pewartaan warga di Sumatra Barat dalam jaringan Suara Komunitas. Ia acapkali menulis dan mendokumentasikan peristiwa-peristiwa ketidakadilan di daeahnya, khususnya Padang Pariaman.

Pada 2011, Uni Yet ditangkap polisi dengan tuduhan kepemilikan narkoba. Uni menolak tuduhan itu karena dia tidak mengkonsumsi narkoba, apalagi memilikinya. Dia sempat diputus 4 tahun penjara oleh pengadilan negeri Padang Pariaman.

Pada awal 2012, usaha bandingnya di Pengadilan Tinggi Sumatra Barat lolos. Pengadilan Tinggi Sumbar memutus tuduhan pada Uni Yet tidak terbukti. Dia Bebas.

Tujuan dibalik kepolisian mendakwa Uni Yet sebagai pemakai narkoba
oleh Uni dan rekan-rekannya ditengarai sebagai upaya pembungkaman. Bisa jadi kasus tersebu merupakan pesanan dari pihak yang merasa terancam dengan pemberitaan-pemberitaan yang diangkan oleh Uni dan kawan-kawan.

Inilah salah satu bentuk kriminalisasi terhadap pewarta dengan gaya baru. Tidak lagi menjerat pewarta dengan pasal karet (pencemaran nama baik, dan lain-lain) tapi membuat pewarta tersangkut kasus pidana.

Selain berbagi pengalaman, forum ini juga akan menjadi ajang mencari jurus jitu menghindari dan melawan kriminalisasi pers yang kain canggih.
Pengisi Acara

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara