Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Online Media Research: Konten Laris Manis, Bagaimana?
    Membuat konten di media online ataupun media sosial tidaklah sulit. Tetapi tidak semua konten akan dapat menarik minat pembaca/pengakses. Perlu ada pemahaman tentang apa yang dibutuhkan dan/atau diminati pembaca dan bagaimana memenuhinya.
  • 5 Mengkritisi Kebijakan Telematika di Indonesia
    Pemerintah dan DPR saat ini sedang membahas RUU Konvergensi Telematika. Regulasi ini rencananya akan mengatur bidang penyiaran, telekomunikasi, dan informatika dalam satu undang-undang. Alasan dibalik pemberlakukan UU Konvergensi ini adalah untuk mengintegrasikan regulasi di bidang telematika yang saat ini diatur secara terpisah. Namun jika proses pembahasannya tidak diawasi dengan baik, regulasi ini berpotensi menjadi alat kontrol pemerintah terutama terhadap media penyiaran dan online.
  • 5 OpenBTS: Seperti Apa Benih Telekomunikasi Swadaya?
    OpenBTS adalah sebuah teknologi yang memungkinkan komunitas untuk mengembangkan penelitian hingga penyediaan sarana telekomunikasi GSM secara mandiri. OpenBTS dapat dirakit sendiri dan dioperasikan menggunakan teknologi open source. Apakah mau selamanya dijajah vendor? Tapi bagaimana mengoperasikannya? Ikutilah lokakarya ini.
  • 5 Media Komunitas 160 Karakter
    Ada sebuah fasilitas di telpon genggam yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Teknologi pesan layanan pendek (SMS), umumnya hanya digunakan untuk komunikasi individual. Padahal dengan sedikit inovasi, informasi dalam 160 karakter itu bisa dikelola dan dimanfaatkan sebagai platform multifungsi. Dipadukan dengan piranti lunak khusus, teknologi SMS bisa digunakan sebagai media informasi yang sederhana, mudah, cepat dan murah. Karakter teknologi tersebut sangat cocok untuk dikembangkan dan diterapkan oleh media komunitas.
  • 5 E-Becak & Blontea: Meraup Rejeki Nyata Lewat Dunia Maya
    Harry adalah tukang becak. Tapi Harry juga pengguna sosial media aktif macam Facebook dan Twitter. Oleh karena kegemarannya dengan online, ia berhasil menjaring pelanggan tetap terutama Belanda, bila mereka sedang berkunjung ke Jogja.

23 Feb 2012 13:00 - 15:00 WIB : Ruang Seminar

Wikisaster Management: Pengalaman JALIN Merapi Mengelola Informasi Bencana

Apa jadinya kalau bencana dikelola? Tentu saja akan memperkecil kerugian. Dengan mengelola bencana (alam atau buatan manusia), kerusakan fisik bisa ditekan. Kehilangan nyawa mampu diperkecil jumlahnya. Dan proses pemulihan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Dunia akademis kontemporer memandang bencana sebagai akibat dari ketidak tepatan mengelola risiko (the consequence of inappropriately managed risk). Makin tinggi kerentanan, maka makin besar pula bahaya yang mengancam. Artinya makin banyak penduduk yang tinggal di kawasan rawan bencana, kian tinggi risiko bahayanya.

Dialog ini akan berbagi cerita tentang pengalaman JALIN MERAPI, sebuah gerakan sosial yang memantau dan bergerak untuk pengurangan risiko bencana di seputaran Gunung Merapi.Gerakan yang dimulai sejak 2006 karena cita-cita ingin mengimbangi media arus utama yang tidak tepat sasaran tersebut mendapatkan pengalaman berarti manakala terjadi erupsi Merapi 2010. Dengan beragam media Jalin Merapi memasok informasi siapa yang butuh bantuan, di mana posisi mereka, dan apa saja yang mereka butuhkan. Informasi tersebu sangat berguna bagi pengambil keputasan untuk melangkah dengan cepat nan tepat.
Pengisi Acara
Jalin Merapi

Jalin Merapi


Jalin Merapi

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara