Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 E-Becak & Blontea: Meraup Rejeki Nyata Lewat Dunia Maya
    Harry adalah tukang becak. Tapi Harry juga pengguna sosial media aktif macam Facebook dan Twitter. Oleh karena kegemarannya dengan online, ia berhasil menjaring pelanggan tetap terutama Belanda, bila mereka sedang berkunjung ke Jogja.
  • 5 "Komunikasi Bencana"
    Indonesia merupakan negara yang menghadapi ancaman bencana cukup besar. Dalam penanggulangan bencana, komunikasi menjadi salah satu faktor penting yang akan mempengaruhi kemampuan mengantisipasi dan merespon ancaman bencana. Bagaimana ilmu komunikasi memberi sumbangan terhadap penanggulangan bencana, merupakan salah satu pertanyaan yang akan dijawab dalam bedah buku "Komunikasi Bencana" ini.
  • 5 Jurnalisme Kebencanaan II
    Lanjutan dari lokakarya "Jurnalisme Kebencanaan". Pada hari kedua ini lokakarya akan memusatkan perhatian pada bagaimana sebuah peliputan bencana memakai perspektif kemanusiaan. Materi akan dilanjutkan dengan diskusi kelompok.
  • 5 Mengembangkan Software untuk Sistem Informasi Desa (SID)
    Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) adalah Free and Open Source Software. Bagaimana saya bisa mempelajari arsitektur sistem dan source code aplikasi SID? Bagaimana tahap-tahap pengembangan aplikasi SID selama ini dilakukan? Apakah saya bisa ikut serta mengembangkan software SID? Dan sejauh mana aplikasi SID akan dikembangkan bersama komunitas teknologi informasi?
  • 5 OpenBTS: Seperti Apa Benih Telekomunikasi Swadaya?
    OpenBTS adalah sebuah teknologi yang memungkinkan komunitas untuk mengembangkan penelitian hingga penyediaan sarana telekomunikasi GSM secara mandiri. OpenBTS dapat dirakit sendiri dan dioperasikan menggunakan teknologi open source. Apakah mau selamanya dijajah vendor? Tapi bagaimana mengoperasikannya? Ikutilah lokakarya ini.

23 Feb 2012 13:00 - 15:00 WIB : Ruang Seminar

Wikisaster Management: Pengalaman JALIN Merapi Mengelola Informasi Bencana

Apa jadinya kalau bencana dikelola? Tentu saja akan memperkecil kerugian. Dengan mengelola bencana (alam atau buatan manusia), kerusakan fisik bisa ditekan. Kehilangan nyawa mampu diperkecil jumlahnya. Dan proses pemulihan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Dunia akademis kontemporer memandang bencana sebagai akibat dari ketidak tepatan mengelola risiko (the consequence of inappropriately managed risk). Makin tinggi kerentanan, maka makin besar pula bahaya yang mengancam. Artinya makin banyak penduduk yang tinggal di kawasan rawan bencana, kian tinggi risiko bahayanya.

Dialog ini akan berbagi cerita tentang pengalaman JALIN MERAPI, sebuah gerakan sosial yang memantau dan bergerak untuk pengurangan risiko bencana di seputaran Gunung Merapi.Gerakan yang dimulai sejak 2006 karena cita-cita ingin mengimbangi media arus utama yang tidak tepat sasaran tersebut mendapatkan pengalaman berarti manakala terjadi erupsi Merapi 2010. Dengan beragam media Jalin Merapi memasok informasi siapa yang butuh bantuan, di mana posisi mereka, dan apa saja yang mereka butuhkan. Informasi tersebu sangat berguna bagi pengambil keputasan untuk melangkah dengan cepat nan tepat.
Pengisi Acara
Jalin Merapi

Jalin Merapi


Jalin Merapi

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara