Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Bangun Desa dengan Data
    Sebenarnya, berbagai indikator dasar dan penentu definisi kemiskinan dengan mudah dapat diketahui tanpa survei sosial dan tabel-tabel statistik. Seorang disebut miskin jika ia tidak mampu makan dua kali sehari (2100 kalori/hari), tidak memiliki akses terhadap sandang dan papan, serta tidak mampu mengupayakan layanan kesehatan bagi keluarga mereka.
  • 5 "Ande-Ande Lumut"
    Syahdan, di tengah hutan, Pangeran Kusumayuda dari Banyuarum bertemu dengan Klenting Kuning. Tanpa berkenalan mereka saling mengingat. Pangeran Kusumayuda membatin, gadis itu merupakan calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang paling pas. Sayang, mereka tak pernah bersua lagi.
  • 5 Jogja Go Open Source
    Berbagi pengalaman Pemkot Jogjakarta dan Komunitas Open Source memanfaatkan open source di dunia pemerintahan. Pemkot Jogjakarta telah memanfaatkan open source di Puskesmas untuk pelayanan publik.
  • 5 Ketika TIK Merambah Desa-desa
    Ini ruang jagongan untuk berbagi cerita kampung-kampung yang sukses mendapat penghargaan tingkat Internasional. Mereka berada di lokasi yang sangat pelosok sehingga sulit diakses dari dunia luar (baca: kota). Tak ada infrastruktur informasi dan komunikasi di daerah mereka. Namun, mereka memilih mengelola website desa untuk menyebarkan informasi di daerahnya pada dunia.
  • 5 "Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa"
    Dua wartawan, satu senior, satu junior, berkeliling ke seantero Indonesia untuk mendokumentasikan kehidupan di 100 pulau dalam 40 gugus kepulauan hanya dengan dua motor Honda Win yang dimodifikasi jadi trail. Butuh waktu selama 8 bulan untuk menuntaskan perjalanan panjang itu (Mei-Desember 2009).

24 Feb 2012 19:00 - 21:30 WIB : Ruang Film (Screening)

"Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa"

Dua wartawan, satu senior, satu junior, berkeliling ke seantero Indonesia untuk mendokumentasikan kehidupan di 100 pulau dalam 40 gugus kepulauan hanya dengan dua motor Honda Win yang dimodifikasi jadi trail. Butuh waktu selama 8 bulan untuk menuntaskan perjalanan panjang itu (Mei-Desember 2009).

Farid Gaban, wartawan senior yang telah malang melintang di jurnalistik selama lebih dari 20 tahun di antaranya di Majalah Tempo, harian Editor, dan harian Buana, mendokumentasikan temuan-temuan menariknya selama "Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa" lewat film dan jepretan foto. Sedangkan Ahmad Yunus, wartawan yang lebih junior yang pernah bekerja untuk detik.com, dan sekarang menjadi wartawan lepas ini, menulis catatan perjalanannya yang diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "Meraba Indonesia".

Film "Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa" karya dua wartawan di atas lantas diproduseri oleh Dhandi Dwi Laksono dan Ahmad Yunus.Singkat kata film ini hendak mendekatkan Indonesia yang hanya teraba di imajinasi lewat media audio-visual yang dapat dipirsai orang banyak.

Setelah pemutaran film, Farid Gaban akan berbagi pengalaman di JMR2012 bagaimana mendokumentasikan kerja-kerja komunitas lewat media audio-visual dan gambar.
Pengisi Acara

Tautan terkait:

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara