Kompleks Kampus STPMD "APMD" Yogyakarta, 23 - 25 Februari 2012
  • 5 Cipta Media Bersama
    Pada 7 November lalu, 20 ide besar dari dua puluh kelompok diumumkan sebagai penerima hibah Cipta Media Bersama. Program hibah terbuka ini menyokong dana sebesar 1 juta dollar AS bagi mereka untuk melaksanakan proyek yang merangsang gerakan publik dalam empat bidang: meretas batas-kebhiknekaan bermedia, keadilan dan kesetaraan akses terhadap media, kebebasan dan etika bermedia, dan pemantauan media.
  • 5 Kriminalisasi Pers Gaya Baru
    Nurhayati Kahar, biasa dipanggil Uni Yet merupakan seorang pewarta warga yang gigih. Dia telah lama mengembangkan pewartaan warga di Sumatra Barat dalam jaringan Suara Komunitas. Ia acapkali menulis dan mendokumentasikan peristiwa-peristiwa ketidakadilan di daeahnya, khususnya Padang Pariaman.
  • 5 "Ande-Ande Lumut"
    Syahdan, di tengah hutan, Pangeran Kusumayuda dari Banyuarum bertemu dengan Klenting Kuning. Tanpa berkenalan mereka saling mengingat. Pangeran Kusumayuda membatin, gadis itu merupakan calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang paling pas. Sayang, mereka tak pernah bersua lagi.
  • 5 Membaca Tanda Alam lewat Burung
    Clive Walker, seorang petualang Inggris yang menghabiskan sebagian hidupnya di Bostwana, Afrika, dan berdekatan dengan hewan-hewan liar, percaya kalau mereka punya rasa yang amat tajam. Ia mengatakan, "Wildlife seem to be able to pick up certain phenomenon, especially birds ... there are many reports of birds detecting impending disasters (Satwa liar tampaknya mampu mengambil fenomena tertentu, terutama burung... ada banyak laporan yang mengatakan kalau burung mampu mendeteksi bencana yang akan datang)."
  • 5 Bangun Desa dengan Data
    Sebenarnya, berbagai indikator dasar dan penentu definisi kemiskinan dengan mudah dapat diketahui tanpa survei sosial dan tabel-tabel statistik. Seorang disebut miskin jika ia tidak mampu makan dua kali sehari (2100 kalori/hari), tidak memiliki akses terhadap sandang dan papan, serta tidak mampu mengupayakan layanan kesehatan bagi keluarga mereka.

25 Feb 2012 13:00 - 15:00 WIB : Hall

Cukil Kayu (xylography)

Cukil kayu / woodcut yang sering disebut juga sebagai xilografi (xylography), sebagai teknis grafis paling awal, kian lama kian ditinggalkan meskipun sebenarnya masih cukup bermanfaat bagi beberapa kebudayaan, mengingat kelebihan-kelebihan yang bermanfaat bagi perjuangan-perjuangan pada kondisi tertentu.


Teknik cetak relief ini menghasilkan gambar maupun tulisan melalui proses pencetakan menggunakan permukaan lembar kayu ataupun lembar linoleum yang dipahat atau dicukil menggunakan tatah sebagai pencetak setelah dibubuhi cat atau pewarna pada kain maupun kertas yang sedikit dibasahi. apabila ingin menggunakan kombinasi warna, maka kita harus menggunakan cetakan yang berbeda bagi setiap warna yang digunakan. Teknik pencetakan ini bertolak belakang dengan teknik cetak intaglio dan etsa (etching) yang justru bagian yang tergores menampung tinta yang kemudian dicetakkan pada kertas.

Komunitas Taring Padi akan memandu peserta membuat media cukil kayu. Peserta diharapkan membawa kaos berwarna terang sebagai salah satu perlengkapan praktek.

Pendukung

  • UII Net PT Global Prima Utama
  • Pengelola Domain .ID

Media Partner

Media Partner: Kedaulatan Rakyat
Media Partner: Koran Tempo

Penyelenggara